oleh

Tak Temukan Kesepakatan, Terlapor Minta Waktu 2 Pekan Untuk Lunasi Uang Pelapor

TANJUNG SELOR – Kasus penjualan tanah dengan surat yang ilegal sampai saat ini masih berjalan. Belum ditemukan kesepakatan pengembalian uang korban dari terlapor VN.

Padahal mediasi yang telah dilakukan pada hari Jumat 19 Februari 2021, antara kuasa hukum pelapor dengan kuasa hukum terlapor tidak membuahkan hasil.

“Tidak ada hasil dari pertemuan hari Jumat itu, mereka hanya bertemu tapi tidak ada kesepakatan dari dua belah pihak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang melalui KBO Sat Reskrim Polres Bulungan IPDA Bernard FP Siregar kepada benuanta.co.id, Selasa 23 Februari 2021.

Bernard mengatakan saat mediasi berlangsung di hari Jumat itu, VN tidak hadir padahal sebelumnya akan bersedia hadir bersama kuasa hukumnya.

“Terlapor VN tidak hadir yang ketemu hanya kuasa hukumnya masing-masing dan beberapa orang pelapor,” jelasnya.

Pihaknya tinggal menunggu jika para korban sepakat membuat laporan polisi (LP), maka kasus penipuan tanah itu bakal dinaikkan dalam proses sidik. Pasalnya selama ini para pelapor hanya membuat laporan pengaduan (Lapdu).

“Kalau memang pelapor serius dengan kasus ini maka harus membuat laporan polisi, yang kami pegang selama ini hanya Lapdu,” ucapnya.

Kerugian yang dilaporkan kepada polisi mencapai miliaran rupiah. Dimana para korban sudah membayar kepada VN dari angka puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

“Mereka yang pelapor ini mengalami kerugian yang cukup besar,” bebernya.

Sementara itu, kuasa hukum semua pelapor yang berjumlah 14 orang, Fransisko mengatakan pertemuannya dengan kuasa hukum, VN tidak berjalan dengan baik. Terlebih terlapor tidak hadir, padahal sebelumnya pada Jumat 19 Februari 2021 terlapor bersedia hadir.

“Mereka minta waktu 2 minggu lagi, kami tunggu. Tapi kami minta uangnya dikembalikan, makanya jaminannya rumah terlapor yang akan dijual,” ucap Fransisko.

Kata dia, selain 14 orang yang sudah melaporkan kasus itu, masih banyak yang akan melakukan pengaduan ke Polres Bulungan. Tak hanya dari masyarakat umum yang terkena bujukan VN, ada juga anggota kepolisian, dari PNS baik dari Pemkab Bulungan maupun dari Pemprov Kaltara.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed