oleh

Dinas Pertanian Melakukan Evaluasi Harga Ayam Potong di Nunukan

NUNUKAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan menggelar pertemuan dengan pelaku usaha Kepada peternakan ayam potong pada pekan lalu.

Sebelumnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan telah menggelar herring bersama DPRD Nunukan terkait persoalan harga ayam potong dan persediaan BOC.

Dinas pertanian telah melakukan tindak lanjut dengan melakukan rapat teknis di kantor dinas pertanian, dan juga dihadiri oleh UMKM Nunukan dan Dinas Perdagangan, bersama pelaku usaha peternak ayam.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan, melihat kondisi di lapangan terkait harga ayam potong di pasaran sangat rendah sekali kisaran Rp 23 ribu rupiah di lapak, ini yang menjadi persoalan bagi peternak karena biaya operasi yang cukup tinggi.

“Makanya kita duduk bersama untuk melindungi pelaku usaha peternak ayam potong, kita sudah melakukan rapat, dan mencoba untuk menyepakati harga ayam potong di kandang dengan harga hidup perkilonya beberapa, dan juga Kouta BOC , dan peraturan yang memayungi bagaimana para ternak, pengawasan, sangsi dan pembentukan asosiasi,” kata Masniadi Kepada benuanta.co.id, Selasa (23/2/2021).

Dalam rapat itu baru memutuskan harga ayam potong di kandang yaitu ada empat pase yang disepakati, semoga ini bisa mewakili untuk semu peternak di kabupaten Nunukan.

Empat fase ini adalah terkait berat bobo ayamnya yakni 1,6 hingga 1,9 kilogram (kg) harga yang disepakati itu adalah Rp 26 ribu rupiah, sedangkan yang berat 2 hingga 2,5 kg itu harga Rp 25 ribu rupiah, pase ketiga, 2,6 hingga 3 kg dengan harga Rp 24 ribu rupiah, dan yang 3,1 kg itu dengan harga Rp 20 ribu rupiah, ini semua adalah harga kandang bukan di lapak.

“Kita akan evaluasi sejak tanggal 15 hingga 24 Februari 2021, apa kah yang disepakati itu berjalan, atau perlu ada perbaikan. Kondisinya bahwa ketersediaan ayam di Nunukan cukup besar, dan ada beberapa peternak mengeluh ada ayam yang perlu segera distribusikan atau di jual,” jelasnya.

Ditambahkan dia, apa lagi saat ini ayam dari Negara tetangga juga masuk di Nunukan, bahkan ada juga ayam dari wilayah Berau, sehingga ini perlu didiskusikan, karena ini terkait dengan peternakan lokal yang harus kita lindungi.

“Kita berharap besok itu, dari para peternak sudah mengusulkan struktur asosiasi peternak ayam, semoga ini bisa terwujud,” imbuhnya.(*)

Reporter Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed