oleh

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Berharap Anggaran PEN 2021 di Tarakan Belanjut Kembali

TARAKAN – Realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama kuartal III 2020 yang diperkirakan mencapai Rp137,8 triliun akan mengungkit kegiatan ekonomi domestik dan menyumbang sebesar Rp 270 triliun ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Tarakan Agustina berharap, realiasasi anggaran PEN 2021 di Tarakan dapat dilanjutkan kembali, dengan perluasan bantuan untuk pelaku usaha pariwisata lainnya tidak hanya hotel dan restoran tetapi  bisa mencakup Travel Agent, Cafe, Spa dan sektor lainnnya.

“Tahun lalu 4,3 Milyar Dana Hibah Pariwisata untuk Tarakan dengan rincian 70 persen ke sektor hotel dan sektor restoran 30 persen. Untuk kemaksimalan Pemerintah Daerah dalam upaya penanganan covid-19 dan revitalisasi destinasi wisata,” ujar Agustina kepada benuanta.co.id, Jum’at (19/02/2021).

Baca Juga :  Walikota Tegaskan Pembangunan Amal Lama Sudah Ada Sosialisasi ke Warga

Agustina menjelaskan, Program PEN 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI yang sudah dilaksanakan dapat memberikan bantuan langsung kepada hotel dan restoran serta UMKM yang terdampak saat pandemi.

Dana hibah pariwisata inilah stimulus yang sudah diberikan ke pelaku usaha per tahun lalu.

“Mayoritas sudah dirasakan oleh hotel dan restoran juga selain Industri Pariwisata. Pemerintah Daerah juga mendapatkan dana untuk penanganan Covid-19 dann revitalisasi destinasi,” ungkapnya.

Agustina menjelaskan, program pemulihan pariwisata tarakan tentunya tidak terlepas dari peran masyarakat yang di harapkan kesadarannya untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas (5M) dalam mencegah penularan Covid-19 dan kemaksima fbnyalan program ini berjalan.

Baca Juga :  Walikota Tegaskan Pembangunan Amal Lama Sudah Ada Sosialisasi ke Warga

Serta Untuk pelaku usaha pariwisata, lanjutnya, dapat intens melaksanakan Program Cleanliness, Health, Safety dan Environmet sustainability (CHSE) atau biasa disebut Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian lingkungan (4 K) ditempat usahanya untuk mengembalikan kepercayaan pengunjung untuk datang ketempat usaha mereka.

“Saat ini ada sertifikasi gratis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk program CHSE. Jadi memudahkan teman-teman pengusaha agar lebih tegas dalam melaksanakannya,” terangnya.

Baca Juga :  Walikota Tegaskan Pembangunan Amal Lama Sudah Ada Sosialisasi ke Warga

Terakhir, Agustina menyampaikan, kesehatan merupakan hal yang utama di era pandemi. Dengan tidak mengenyampingkan sektor ekonomi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata akan bekerja keras untuk kemaksimalan Program PEN 2021.

Kami masih membenahi kawasan-kawasan wisata,  sekarang kami sudah membuka kembali gedung pertemuan seperti Wisma Patra dan Balai Adat Tidung dan Budaya yang digunakan untuk resepsi pernikahan.

“Kami akan melalukan pengawasan yang ketat untuk prokes di setiap kegiatan pariwisata akan dilaksanakan agar Program PEN 2021 tidak mengganggu penanganan covid-19,” tutupnya.(*)

Reporter: Reza Munandar

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed