oleh

Awal Maret Sekolah yang Lolos Verifikasi Bakal Tatap Muka

TARAKAN – Upaya tim verifikasi untuk menilai kesiapan dan kelayakan 16 sekolah yang mengajukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dilanjutkan dengan rapat penetapan oleh tim dan akan diputuskan oleh Wali Kota Tarakan.

Tim verifikasi yang tergabung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan telah melakukan verifikasi dan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah mulai Senin, (08/02/2021) hingga Jumat, (12/02/2021).

Tim gabungan tersebut meninjau kesiapan sarana, kurikulum, pengaturan tenaga pendidik, protokol kesehatan dan pernyataan orang tua siswa di setiap sekolah.

Baca Juga :  Tak Ada Sosialisasi, Nelayan Keluhkan Pembangunan Siring Sungai Perikanan

Hendi Suhendi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Tarakan mengatakan pihaknya akan memastikan kesiapan sekolah yang mengajukan PTM harus benar-benar memenuhi syarat.

“Setelah peninjauan tahap pertama di minggu ini, kami akan lakukan rapat pleno di internal tim untuk menetapkan mana saja sekolah-sekolah yang layak PTM, kemudian yang memenuhi syarat akan kami ajukan kepada Walikota untuk diputuskan,” ujar Hendi kepada benuanta.co.id.

“Bulan Februari kita optimalkan proses verifikasi dan penetapan sekolah-sekolah yang memenuhi syarat oleh Walikota. Semoga awal bulan Maret kita sudah bisa mulai Pembelajaran Tatap Muka” terangnya pada Jumat, (12/02/2021).

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Tegaskan Naik Banding Soal HGB THM

Hendi akui bahwa terdapat sekolah-sekolah yang telah memenuhi syarat dan yang masih harus melengkapi.

“Tapi Insyaallah 16 sekolah ini memenuhi syarat lah, karena kan sebelumnya kami sudah sosialisasikan prosedurnya”, tambah Hendi.

Setelah tim gabungan tersebut menetapkan sekolah-sekolah mana saja yang memenuhi syarat, selanjutnya sekolah-sekolah itu akan difasilitasi untuk simulasi.

“Setelah pleno, kami akan tinjau sekolah-sekolah itu melalui simulasi pemantapan”, lanjutnya.

Baca Juga :  Diguyur Hujan dari Subuh, Jalan-Jalan Besar di Tarakan Terendam Banjir

Bentuk simulasinya itu contohnya ketika siswa yang diantar orang tua masuk gerbang harus mencuci tangan dan diukur suhu tubuh menggunakan thermo gun. Kemudian masuk kelasnya tidak berdesakkan dan duduk berjarak sesuai protokol kesehatan. Selanjutnya dalam pembelajaran itu mulainya jam 07.15 sampai dengan 10.00 Wita. Selebihnya, akan dilihat sesuai ketentuan PTM yang berlaku.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed