oleh

Mitigasi Bersama Cegah Kerugian Ekonomi dan Sosial Berkepanjangan Akibat Learning Loss

TARAKAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bekerjasama dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) akan menggelar webinar yang bertemakan “Mitigasi Learning Loss untuk Mencegah Kerugian Ekonomi dan Sosial di Masa Depan Akibat PJJ Berkepanjangan”, Kamis, 11 Februari 2021.

Webinar ini menghadirkan pembicara internasional, Michelle Kaffenberger yang merupakan peneliti RISE International dan akademisi di Blavatnik School of Government, University of Oxford, Inggris. Michelle dihadirkan karena sudah banyak melakukan penelitian tentang learning loss secara global. Webinar ini juga mengundang Totok Suprayitno. Ph.D, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbangku) Kemdikbud.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkepanjangan telah berdampak pada menurunnya kemampuan belajar siswa (learning loss). Kesenjangan akses belajar, ketidakmerataan infrastruktur, dan perbedaan keterampilan pedagogis guru menjadi beberapa faktor penyebab terjadinya learning loss. Acara ini diadakan guna: 1) mendukung usaha pemerintah melakukan mitigasi learning loss, 2) membangun kesadaran publik tentang ancaman learning loss akibat PJJ berkepanjangan, dan 3) Mendorong pemangku kepentingan untuk mengatasi potensi learning loss.

Baca Juga :  Hingga Nopember BPJAMSOSTEK Tarakan Bayar Klaim Rp 73,3 M

“Learning loss ini akan memberikan dampak dalam jangka pendek dan jangka panjang. Setidaknya ada tiga dampak jangka pendek yang harus diwaspadai yaitu terganggunya tumbuh kembang anak, terjadinya tekanan psikologis dan psikososial serta kekerasan dalam rumah tangga, dan ancaman putus sekolah,” terang Dekan FKIP UBT, Dr. Suyadi, M.Ed. (10/02).

Sedangkan dalam jangka waktu lebih panjang, learning loss mengakibatkan ketidakmampuan tamatan pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Hal ini disebabkan siswa tidak menguasai kompetensi yang dibutuhkan karena tidak mampu mengikuti materi belajar. Padahal kompetensi dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan.

“Salah satu kompetensi yang penting dikuasai siswa adalah membaca atau literasi. Bank Dunia sudah memprediksi akan terjadi penurunan skor PISA (Programme for International Student Assessment) dibidang membaca akibat penutupan sekolah. Dalam skenario menengah, rata-rata siswa akan kehilangan 16 poin PISA dari estimasi positif, sedangkan dalam estimasi negatif, siswa bisa kehilangan 34 – 36 poin,” tambahnya.

Baca Juga :  Belum Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian KM Subur Indah

Upaya Kemdikbud mendorong pemerintah daerah (pemda) membuka pembelajaran tatap muka (PTM) sebagai upaya mencegah learning loss, harus dibarengi dengan kebijakan pemulihan kemampuan belajar. Pemulihan kemampuan belajar merupakan kunci keberhasilan memutus mata rantai learning loss. Tanpa pemulihan kemampuan belajar ini, PTM malah bisa memperburuk terjadinya learning loss.

Lebih lanjut Suyadi mengatakan, pemerintah daerah, guru, orangtua, dan masyarakat perlu melakukan mitigasi bersama untuk mencegah dampak buruk dari learning loss. Mitigasi dilakukan melalui asesmen ulang kemampuan belajar siswa, penerapan pembelajaran yang terdiferensiasi, dan memfokuskan proses belajar hanya untuk mencapai kompetensi prasyarat dan esensial.

“Upaya mitigasi bersama ini akan berhasil jika pemda memberikan dukungan pelatihan serta pendampingan kepada guru. Jika diserahkan begitu saja kepada sekolah tanpa adanya dukungan pembiayaan, aturan, pelatihan, dan pendampingan maka sekolah akan kesulitan melakukan mitigasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kabur ke Kalbar, Ini Kronologi Penangkapan Pelaku Pengeroyokan dan Penikaman di THM

FKIP UBT juga mengundang Evy Rachmawati (Redaktur Humaniora Harian Kompas), Erwin Dariyanto (Redaktur Pelaksana www.detik.com), Dr. Jero Budi Darmayasa, S.Pd., M.Pd.Si (Akademisi FKIP UBT), Fahrindha Aryanti (Guru SD IT Hidayatullah Malinau), Puji Lestari (Guru SDN TU 2 Tana Tidung) dan Warsiyah (Kepsek SDN 13 Bulu Perindu Bulungan). Sebagai penanggap akan hadir H. Jamaluddin Saleh, S.Pd (Kadisdikbud Bulungan), Drs. Tajudin Tuwo, M.Si (Kadisikbud Tarakan), Fureng Elisa Mou, SE., M.Si (Kadiskdik Malinau), dan Jafar Sidik, SE (Kadisdik Tana Tidung). Webinar ini terbuka untuk umum dan disiarkan live streaming melalui akun youtube FKIP UBT. “Kami berharap webinar ini bisa membuka wawasan kita soal ancaman learning loss, sekaligus menemukan solusinya melalui praktik baik yang sudah dilakukan guru, kepala sekolah, dan pemda,” tutupnya.(*)

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *