oleh

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Ancam Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacarnya

TANJUNG SELOR – Tak terima diputuskan oleh pacarnya, seorang pemuda harus berhadapan dengan hukum. Lantaran menyebarkan foto bugil korban sembari mengirimkan pesan singkat berisi ancaman kepada korban bahwa akan menyebar video mesum korban karena tidak mau kembali menjalin hubungan.

Merasa dirugikan, akhirnya korban atas nama FB melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bulungan pun melakukan penyelidikan sehingga pelaku berinisial Rf Maruf diamankan.

“Kita terima laporan dari korban, bahwa selama putus korban sering mendapat ancaman dari mantan pacarnya. Pelaku merasa sakit hati dan belum terima akibat diputus sepihak hubungan mereka,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang kepada benuanta.co.id, Rabu 10 Februari 2021.

Dia mengatakan, ternyata dari hubungan mereka berdua, Rf pernah merekam foto bugil dan adegan ranjang tanpa sepengetahuan korban. Lalu foto dan video itulah yang digunakan oleh pelaku untuk mengancam dan memeras korban. “Foto sudah dikirim ke beberapa rekan kerja dari korban,” jelasnya.

Awalnya korban diancam, hanya saja ancaman itu tak dihiraukan korban. Namun bulan ini pelaku membuktikan ancamannya dengan menyebar screenshoot video mesum korban. “Namun yang disebar baru screanshoot bagian atas tubuh korban. Pelaku merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Tarakan,” ucapnya.

Belnas menuturkan, pelaku merupakan warga Tarakan, namun tidak memiliki tempat tinggal yang pasti. Sehingga Unit Resmob melakukan pengecekan di berbagai hotel yang ada di Tanjung Selor karena posisinya tengah berada di Bulungan.

“Pada hari Selasa 9 Februari 2021 pukul 02.00 Wita tim mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di daerah Kampung Arab. Setelah melakukan penyisiran tim mengetahui bahwa pelaku tinggal di penginapan akhirnya kita amankan ke Polres,” ujarnya.

Pelaku pun dijerat Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

“Selain pelaku kita amankan sebuah handphone mere Xiomi milik pelaku dan screenshot bukti pengancaman yang dilakukan pelaku,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed