oleh

Nunukan Masuk Penilaian Kabupaten Sehat Dari Kementerian Kesehatan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan telah memperoleh penghargaan Swasti Saba Wistara sebagai penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan bagi kabupaten dan kota di Indonesia pada tahun 2019.

Di tahun 2021 Kabupaten Nunukan kembali masuk ke jadwal penilaian untuk Wistara, namun di tahun ini ada perubahan regulasi dari Kementerian Kesehatan, seperti perubahan indikator dan tatanan untuk penilaian kabupaten kota sehat di tahun ini dikarenakan adanya pandemi covid-19.

Kabid kesehatan Masyarakat Dinas kesehatan kabupaten Nunukan, Sabaruddin, SKM. M.Kes mengatakan, kemungkinan besar untuk Nunukan dalam mempertahankan seratus kabupaten kota sehat Swasti Saba Wistara ini sangat berat.

Baca Juga :  Mengenang Sosok Mantan Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad

“Walaupun berat, bukan berarti kita menyerah namun kita tetap pertahankan dan melakukan yang terbaik. Karena beratnya penilaian kali ini adalah di persyaratan,” kata Sabaruddin kepada benuanta.co.id, Rabu (10/2)2021).

Dia juga menjelaskan, dalam penilaian itu juga dilihat dari angka masyarakat yang bebas buang air besar sembarangan yang sebelumnya bisa diakomodir hingga ke angka 30 persen untuk penilaian. Namun sekarang regulasi yang seperti itu tidak bisa lagi.

Baca Juga :  Lapas Nunukan Deklarasi Warga Binaan Bebas dari Handphone, Pungli dan Narkoba

“Tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan tempat, harus 100 persen. Jika itu diterapkan kemungkinan besar Nunukan tidak akan lolos. Tapi kita masih menunggu regulasi yang sudah di sahkan dalam persyaratan itu, Karena saat ini kami belum menerima itu,” jelasnya.

Pihaknya juga telah meminta jangan menggunakan angka seperti itu dalam penilaian Swasti Saba Wistara, melihat kondisi geografis wilayah kabupaten Nunukan yang merupakan sebagian adalah kepulauan.

Baca Juga :  Lanal Nunukan Berikan 700 Dosis Vaksin AstraZeneca bagi Masyarakat

Walaupun dimasa pandemi covid-19 saat ini dalam penilaian Swasti Saba Wistara tidak akan menurun malah akan meningkat dan saling menunjang untuk memberikan berkontribusi, dalam penanganan pandemi. Karena jika kesehatan lingkungan ini jelek justru pandemi akan bisa semakin parah.

“Ini bukan suatu yang dipertentangkan, walaupun adanya pandemi Covid-19 indikator kita tidak akan menurun malah akan meningkat,” terangnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed