oleh

LNPPAN Kerja Sama dengan Surya Dwi Gemilang

Oleh: R. Maruli Mangunsong, SH

(Ketua Umum LNPPAN)

 

DARURAT Covid-19 sudah semakin digalakkan? Apakah itu efektif? Dan bagaimana dengan penambahan warga yang terpapar virus hingga menyentuh sampai kurang lebih 14.000 yang terinfeksi virus covid-19.

Rumah sakit sudah penuh dengan pasien covid-19, trilliunan rupiah digelontorkan untuk menekan angka positif covid-19, namun masih saja terus bertambah. Apa yang salah dengan penerapan ini? Melihat perkembangan penularan kian bertambah, upaya pencegahan justru makin banyak dan semakin banyak sehingga warga harus diisolasi mandiri di rumah-rumah, siapa yang memperhatikan vitamin, asupan gizi dan apa benar masih terpapar, kebutuhan hidup sehari-hari dengan biaya pencegahan justru semakin besar.

Siapa yang memperhatikan justru yang terpapar, mereka keluar dan mencari kebutuhan hidup dan dana pencegahan, karena bantuan dari pemerintah tidaklah cukup untuk mengcover satu warga perharinya. Langkah program yang diambil oleh Lembaga Nasional Pemantau dan Pemberdayaan Aset Negara (LNPPAN) untuk memutus mata rantai ialah program rutin mendirikan rumah isolasi mandiri, swab rutin dan memberikan masker serta vitamin serta kunjungan pantauan kepada warga-warga yang terpapar.

Memberikan semangat dan motivasi setiap kunjungan, memberikan jadwal kegiatan selama isolasi mandiri. Dan bila sudah sembuh tetap di monitor untuk selalu melakukan protokol kesehatan di rumah. Melakukan swab rutin perminggu dengan hampir 600 orang perhari, namun sempat terhenti lantaran kendala tidak adanya sponsor.

Dari laporan anggota saat melihat berita bahwa PT. Itama Ranoraya mendapatkan proyek memasukan produk Antigen ke BNPB sebesar Rp 60 miliar sebanyak 600 ribu pcs dan mendapatkan proyek jarum suntik sebanyak 111 juta pcs untuk kegunaan vaksin, dan melihat keuntungan yang diraup perusahaan tanpa membayar PPN tersebut hingga trilliuan rupiah dan berbisnis di pandemi.

Sementara masyarakat bawah masih belum tersentuh dalam pengobatan dan penanggulangan pencegahan, sehingga memutuskan untuk bersurat penting ke BNPB ditembuskan ke Presiden, ke Kementerian Kesehatan dan Ketua Satgas hingga Gubernur DKI Jakarta dan memohon kerja sama dalam memasukan produk Antigen dan alat kesehatan lain yang dibutuhkan oleh BNPB dan Kementerian Kesehatan.

Sehingga keuntungan tersebut dapat menjalankan program untuk pemulihan warga yang terkena dampak pandemi covid secara merata di seluruh Indonesia dan pemberian vitamin dan obat sesuai dengan kebutuhan serta membuat satgas-satgas dan relawan termotivasi dalam pembangunan mental masyarakat secara rutin dan berkelanjutan.

Masyarakat meminta LNPPAN terus melanjutkan kegiatan program tersebut dan meminta agar pemerintah dapat membantu dalam pelaksanaan tersebut. LNPPAN bekerjasama dengan PT. Surya Dwi Gemilang yang akan mensupport masuknya Swab Antigen nantinya menandatangani kesepakatan hasil keuntungan dipergunakan untuk menolong warga dengan program-program yang sudah berjalan guna meningkatkan warga agar sembuh total terhadap covid-19.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed