oleh

Kaltim Akan Batasi Aktivitas di Luar Rumah Selama Dua Hari

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera memberlakukan kebijakan untuk tidak melaksanakan aktivitas kegiatan di luar rumah selama dua hari.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan kebijakan tersebut diberlalukan karena tingginya peningkatan kasus pandemi COVID-19 di wilayah Kaltim.

“Kita tidak lagi berbicara data, tetapi mencari solusi dan strategi bagaimana menghadapi kondisi Kaltim yang kemarin (Rabu, 3 Februari 2021), memecahkan rekor tertinggi selama pandemi,” kata Isran Noor. usai memimpin Rakor Forkopimda se Kaltim, Dalam Rangka Percepatan Pananganan Covid-19 di Kaltim di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Kamis.

Kasus terkonfirmasi positif di Kaltim bertambah 903, meninggal dunia 13 orang.

Ia mengatakan pembatasan aktivitas di luar rumah selama dua hari terhitung mulai Sabtu 6 Februari 2021 hingga Ahad 7 Februari 2021.

Baca Juga :  Aktivitas Sesar Mangkalihat Memicu Gempa di Berau

“Masyarakat kita harapkan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian melaksanakan penyemprotan disinfektan di titik-titik kerumunan, seperti pasar-pasar, termasuk pendisiplinan protokol kesehatan di tingkat kabupaten sampai lingkup RT,” kata Isran Noor.

Dia menegaskan Gubenur itu sebagai koordinator, sedangkan pemilik otoritas dalam pencegahan penularan COVID-19 ada pada bupati/walikota, dibantu anggota Polri/TNI.

“Tadi saat Rakor, sudah disepakati, bupati/walikota siap melaksanakan kerjasama dan instruksi peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan dalam upaya menekan dan memutus mata rantai penularan Covid-19, di Kaltim,” kata Isran Noor.

Dia berharap pemerintahan kabupaten dan kota segera melakukan pembentukan posko-posko yang menangani COVID-19 sampai ke desa-desa.

Sedangkan langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19 akan dipersiapkan tempat-tempat isolasi.

Baca Juga :  Positif COVID-19 di Kaltim Bertambah 43 orang

Diantaranya, menyiapkan Asrama Haji Batakan Balikpapan yang sudah ada sekitar 80 kamar dan akan direhab kembali untuk perluasan beberapa kamar, khususnya bagi pasien corona gejala ringan dan sedang.

“Perlu juga persiapan ruang ICU, juga tenaga spesialisnya di RSUD AWS Samarinda dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan membantu fasilitasnya dan peralatannya,” kata Isran Noor.(ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed