oleh

Tak Hanya Data Desa, SID Juga Berfungsi Sebagai Pengawasan Kegiatan Desa

MALINAU – Kades Long Pada Kabupaten Malinau menyiapkan tim khusus untuk mempelajari Sistem Informasi Desa (SID) agar bisa menetapkan sistem tersebut di Desa Pada. Tim khusus ini akan diajarkan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

Kades Long Faridan Liwah mengatakan, saat ini SID di Long Pada masih dalam tahap pengembangan yang dilakukan oleh KKI Warsi bersama dengan perangkat desa Long Pada.

Sehingga ia pun, turun tangan secara langsung untuk mengumpulkan masyarakat desa dalam membentuk tim khusus dalam mengoperasikan SID. Kades Long Pada itu, mengaku hal itu sangat perlu dilakukan agar SID di Long Pada tetap bisa beroperasi meski tanpa bimbingan dari pihak KKI Warsi nantinya.

“KKI Warsi ini kan tujuannya memang membimbing kita dalam mengoperasikan SID dan mereka juga tidak lama disini. Maka dari itu kita bentuk tim ini karena yang kita takutkan jika nantinya Warsi ini pergi, SID juga ikut pergi karena tidak ada yang tahu mengoperasikannya,” kata Faridan.

Ia mengungkapnya dalam tim SID Long Pada, nantinya akan terdiri dari 23 orang dengan pembagian 3 tugas yang berbeda. Nantinya tim itu akan terdiri dari 10 orang petugas parsial, 10 orang petugas sosial dan 3 orang operator SID.

“Untuk tim parsial itu bertugas untuk mencari situs budaya dan wisata yang ada di Long Pada untuk didata, sedangkan tim sosial itu akan bertugas mengumpulkan dan memperbaiki data para warga kita,” jelasnya lagi.

“Sedangkan untuk operator itu tugasnya, untuk mengoperasikan sistem input/output data di SID,” bebernya.

Tim yang bergerak bersama KKI Warsi ini, diakui Faridan sangat membantu pendataan mengenai desa Long Pada, seperti dalam menentukan wilayah produksi desa, perbaikan data warga yang tidak sesuai, hingga penentuan lokasi budaya dan wisata Long Pada.

“Kita ada yang namanya lahan adat dan lahan masyarakat, di SID itu semua terinput. Sehingga sampai kapanpun jika dibutuhkan perubahan atau pelaporan data kita tidak akan pernah hilang karena ada di SID dan bisa dilihat secara umum,” bebernya.

Diluar dari pada itu, Faridan membeberkan kalau SID juga sangat berfungsi dalam mengawasi kegiatan swadaya desa yang menggunakan anggaran desa. Sehingga hal itu jugalah yang menjadi keterbukaan informasi mengenai pengawasan dana desa.

“Tiap kegiatan Swadaya desa itu akan diinput dalam SID. Jadi ini berfungsi sebagai pengawasan juga agar masyarakat juga ikut mengetahui kalau penggunaan dana desa murni untuk membangun masyarakat desa di Long Pada,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed