oleh

Launching Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Perintis, Layani 16 Rute di Kaltara

TARAKAN – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Juwata Tarakan resmi merilis penerbangan perdana angkutan perintis untuk tahun ini di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada 11 Januari 2021.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelontorkan anggaran Rp39,7 milyar dari APBN untuk program jembatan udara tersebut. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) utama di Kaltara.

“Subsidi untuk penumpang, cargo dan bahan bakar 50 persen ditanggung pemerintah dan 50 persen dibebankan pada penumpang selama setahun dari kementerian perhubungan,” ungkap Kepala Kantor UPBU Kelas I Juwata Tarakan, Agus Priyanto.

Dijelaskan Agus, subsidi selama 2021 untuk penumpang, Kemenhub menyiapkan anggaran Rp30,7 M dan subsidi cargo Rp9,2 M.

“Selain penumpang, ini mengangkut barang-barang logistik, sembako, beras, kedelai, minta goreng, terigu, Bawang, pupuk, benih, bahan kontruksi, dan lain lain,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Agus, jika pada 2020 subsidi angkutan perintis melayani 14 rute di wilayah 3T untuk Kaltara, maka tahun ini ditambah lagi 2 rute baru sehingga menjadi 16 rute.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Agus Priyanto bersama pilot pesawat perintis Susi Air.

“Tujuannya memberikan pelayanan pada wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di daerah perbatasan yang kita belum dilayani moda transportasi udara karena jalan di sana belum mencukupi,” kata Agus.

“Secara komersial daerah-daerah ini tidak menguntungkan makanya kehadiran pemerintah dengan pesawat subsidi perintisnya. Ini adalah program jembatan udara yang dicanangkan oleh Jokowi realisasi dari program jembatan udaranya,” lanjut Agus.

Adapun 16 rute yang dilayani pesawat perintis dari Susi Air ini diantaranya; Nunukan-Long Layu, Nunukan-Binuang merupakan 2 rute tambahan di tahun ini bersama 14 rute tahun 2020; Tarakan-Long Bawan, Long Apung-Malinau, Long Apung-Tanjung Selor, Long Apung-Nunukan, Tanjung Selor-Long Bawan, Tarakan-Maratua, Malinau-Mahabaru, Malinau, Long Ayu, Malinau-Binuang, Malinau-Long Alango, Malinau-Long Pujungan, Malinau-Data Dian, dan Malinau-Long Sule (semuanya bolak balik).

Sementara untuk rute cargo yang mengangkut logistik; Tarakan-Long Apung, Long Apung-Tarakan, Tarakan-Long Bawan, Tarakan Long Sule, dan Tarakan-Binuang (bolak balik).

“Pasti ada peningkatan, subsidi BBM kalau sebelumnya (tahun 2020) sebanyak 988 drum, menjadi 1.629 drum (tahun 2021), ada peningkatan 600 itu. Di sana pesawat tidak ada BBM (avtur) jadi kita angkut taruh di Malinau,” tutur Agus.

Seorang penumpang dari Tarakan-Long Bawan, Antonius (21) yang menggunakan subsidi penumpang ini mengatakan program pemerintah pusat sangat membantu masyarakat yang berada di wilayah 3T.

“Ini perdana saya dapat subsidi ke Krayan, info dari teman sekitar 1 juta, dengan subsidi cuma bayar 400an. Sangat membantu ya,” tandasnya sebelum menaiki pesawat dengan pilot orang Bule tersebut.(*)

Reporter: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed