oleh

Senator Hasan Basri Berharap Evakuasi Korban Sriwijaya Air SJ 182 Segera Tuntas

TARAKAN – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri mengatakan saat ini insiden pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu, masih menunggu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

“Kebetulan saya ini mitra Kementerian Perhubungan. Berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 2009, tentang uji kelayakan atau uji laik dari pesawat khususnya maskapai seluruh negeri ini itu sudah ada aturannya semua. Nah, sekarang menunggu hasil dari KNKT tidak ada satupun orang yang bisa memastikan apa penyebab dari jatuhnya Sriwijaya Air ini selain KNKT,” ujar Hasan Basri kepada benuanta.co.id, Selasa (12/1/2021).

“Terkait upaya pemerintah saat ini sudah (semaksimal mungkin) berupaya melalui Basarnas Pusat. Saya sudah WhatsApp langsung ke Basarnas termasuk DPD RI sudah melakukan kunjungan ke lokasi, yang mana kebetulan pada saat itu kita lagi ada di dekat Pulau Seribu,” tambahnya.

Selain itu, senator asal Kaltara ini menyampaikan bahwa hari ini juga pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan Bupati Kepulauan Seribu untuk mengecek persiapan-persiapan evakuasi.

“Saya kira persiapan kita sudah luar biasa hanya sekarang kita perlu bersabar sedikit karena kedalamannya itu kan hampir 25 meter kebawah. Penyelaman juga butuh orang-orang yang punya skill, jadi butuh waktu untuk bisa diselesaikan. Kalau saya sih melihatnya, rasanya tidak ada yang selamat tapi yang paling penting bahwa bagaimana ini evakuasi secepatnya dapat dilakukan agar keluarga itu tidak merasa resah,” katanya.

Kata dia, DPD RI juga telah menyampaikan kepada maskapai agar seluruh maskapai yang ada, terutama Sriwijaya Air untuk memfasilitasi semua keluarga korban agar mendapatkan tempat yang baik. Misalnya dari berbagai daerah untuk ke Jakarta.

“Insha Allah maskapai menurut janji yang disampaikan kepada kami itu siap dan sudah banyak yang di Jakarta disiapkan hotel dan sebagainya untuk mengecek terutama hasil temuan yang didapat, lalu cek DNA dan lainnya sebagainya. Karena ini (kejadian) sudah mau 4 hari ya jadi sudah mulai agak-agak membusuk dan sebagainya. Koordinasinya lintas antara TNI, Polri, Basarnas semuanya sudah baik dan Kementerian juga. Tinggal sekarang karena ini medannya di dalam laut, jadi butuh proses. Tapi intinya itu Insha Allah selesai dengan baik,” tandasnya.(*)

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed