oleh

Zaman Semakin Canggih, Gaya Hidup Berubah

Oleh:
Dwi Damayanti, S.Si 
(Fungsional Statistisi BPS Kota Tarakan)

PADA saat ini kita hidup dimasa yang serba praktis dan canggih, dimana semuanya dapat dilakukan dengan cepat dan cenderung instan. Gaya hidup seperti ini biasa kita kenal dengan gaya hidup modern, dimana timbulnya pola baru dari tingkah laku manusia dalam kehidupannya yang sesuai dengan tuntunan zaman, semakin banyak gaya hidup yang ditawarkan oleh globalisasi ekonomi, informasi dan kebudayaan, disatu pihak telah membuka cakrawala yang tak terbatas dan kreatif bagi setiap individu untuk menentukan pilihan dan seleranya; namun dilain pihak telah menggiring masyarakat kontemporer kita kearah krisis identitas, krisis kebudayaan, bahkan krisis kepercayaan.

Perubahan gaya hidup dimasa modern ini diantaranya restoran siap saji (fast food), minuman ringan siap saji, model baju, diskotik, café dan lain-lain. Di zaman yang modern seperti sekarang ini, restoran siap saji merupakan perkembangan dari kehidupan yang ada plus minusnya. Gaya hidup seperti ini sangat tampak terlihat pada gaya hidup khususnya bagi anak-anak, kaum remaja, bahkan orang tua. Untuk anak remaja nongkrong di café dan restoran siap saji dianggap remaja gaul, namun untuk sebagian orang tua membeli makanan ataupun siap saji karena dirasa lebih praktis dan murah dan lebih cepat ketimbang harus mengolah makanan dan minuman sendiri. Tidak heran banyak muncul makanan dan minuman kekinian yang dibanjiri oleh pembeli supaya dianggap tidak ketinggalan zaman atau kuper.

Makanan dan minuman modern dari barat seperti junkfood dan minuman soda ini mendesak makanan dan minum lokal seperti sate, nasi uduk, kari ayam, nira, air kelapa muda, cendol, dan lain-lain mulai sedikit terpinggirkan. Padahal, penelitian membuktikan bahwa makanan dan minuman modern ini lebih berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Kota Tarakan Tahun 2020, rata-rata pengeluaran perkapita sebulan menurut kelompok komoditas dan kelompok pengeluaran tahun 2020, kelompok pengeluaran tertinggi konsumsi makanan hampir di setiap lapisan masyarakat adalah pada konsumsi makanan jadi dan minuman jadi bahkan pada masyarakat miskin sekalipun, konsumsi makanan dan minuman jadi mencapai 284.452 ribu dari total pengeluarannya, melebihi konsumsi beras yang hanya 69.821 ribu.

Semakin tinggi golongan pengeluarannya, maka konsumsi makanan dan minuman jadi semakin tinggi dibanding pengeluaran lainnya. Hal lain yang tak kalah menarik untuk dicermati adalah, konsumsi rokok dan tembakau yang melebihi konsumsi padi-padian yaitu mencapai 72.492 ribu dari rata-rata konsumsi makanan menurut golongan pengeluaran perkapita Kota Tarakan. Didominasi oleh golongan menengah yaitu sebanyak 86.596 ribu perbulan nya.

Bila kondisi ini terus dibiarkan, maka tak heran bila kondisi kesehatan masyarakat Kota Tarakan akan menuju kondisi yang memprihatinkan. Maka dari itu saatnya lah mulai dari diri kita sendiri untuk memulai pola hidup sehat, jangan biarkan kesehatan diri kita, keluarga kita, bahkan masyarakat kita terampas dari gaya hidup modern yang membawa dampak buruk bagi kesehatan. Giatkan lagi olahraga, menyusun pola makan sehat. Zaman boleh semakin canggih, pola hidup boleh berubah namun kearah yang lebih baik.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed