TUMPUKAN BATU JADI ALTERNATIF PENAHAN ABRASI
TANJUNG SELOR – Akses jalan utama Desa Tengkapak menuju Kota Tanjung Selor yang rusak akibat abrasi, kondisinya sudah bisa dilintasi dengan baik. Ini pasca dibuatnya jalan alternatif oleh warga secara swadaya sejak awal Desember lalu.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Tengkapak, Martinus Aing kepada benuanta.co.id mengungkapkan, meski ruas jalan itu telah diperbaiki secara swadaya, namun warga berharap perbaikan jalan yang terkena abrasi sejak November itu bisa diperbaiki secara permanen oleh pemerintah daerah setempat.
“Jalan rusak akibat abrasi atau terkikis arus terjadi pada November lalu, meski telah dibangun jalan alternatif di samping titik jalan yang rusak itu, dikhawatirkan abrasi kembali terjadi,” ungkapnya, Sabtu (26/12/2020).
Pria yang terpilih sebagai Kepala Desa Tengkapak itu menjelaskan, untuk mengantisipasi dampak abrasi yang makin parah, warga berharap pemerintah dapat membangun turap permanen.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah setempat bisa membuat turap di sekitar jalan yang terkena abrasi,” kata Martinus Aing.
Terpisah, Plt Bupati Bulungan Ingkong Ala menegaskan, kondisi Jalan Tengkapak di bibir sungai sebagian terancam terkena abrasi, sehingga perlu dibangun turap (sheet pile). Namun, anggaran pembangunannya sangat besar.
“Anggaran pembangunan turap itu cukup besar, bisa puluhan milliar rupiah. Meski sudah ada jalan darurat, kondisi jalan di pinggir sungai harus segera dicarikan solusi terbaiknya agar kerusakan jalan tidak semakin parah,” tegas Ingkong Ala.
Ia menambahkan, salah satu solusi untuk mengatasi abrasi sepanjang 8 meter itu direncanakan meletakkan batu penahan arus di sekitar lokasi yang terdampak.
“Selain upaya lain dan solusi pembiayaannya, dimungkinkan juga meletakkan batu penahan arus di sekitar lokasi abrasi,” pungkasnya. (*)
Reporter : Victor Ratu
Editor : M. Yanudin







