oleh

Kontribusi Perusahaan Tambang Minim ke Desa Long Loreh, Masyarakat Inginkan Koperasi Tambang Dikelola Mandiri

MALINAU – Masyarakat Desa Long Loreh Kabupaten Malinau berinisiatif menggandeng Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) untuk membentuk koperasi tambang rakyat Desa Loreh yang diberi nama Koperasi Produsen Benuang Bara Loreh Masela.

Tokoh masyarakat Desa Loreh Firi, ST, mengatakan kondisi yang dialami oleh masyarakat desa Loreh sangat berbanding terbalik dengan apa yang dihasilkan oleh perusahaan tambang yang selama ini beroperasi di wilayah Desa Loreh. Sehingga ia pun berkeinginan kalau masyarakat Desa Loreh bisa mengelola koperasi tambang.

“Selama 25 tahun perusahaan tambang ada di wilayah ini, kita sama sekali tidak mendapatkan manfaat yang signifikan,” kata Firi menyayangkan keadaan tambang di Desa Loreh.

Baca Juga :  3 Hari Tanpa Kasus Baru, Dinkes Klaim Kasus Terkendali Karena Vaksinasi

“Liat pembangunan kita ekonomi kita seperti apa. Makanya kita ingin bisa berdiri sendiri karena besarnya potensi Sumber Daya Alam yang ada di Desa Long Loreh ini, seyogyanya juga harus bisa dikelola sendiri oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyinggung bantuan-bantuan dari perusahaan tambang berbentuk CSR (tanggungjawab sosial perusahaan) yang selama ini tidak sesuai dengan produksi batubara oleh perusahaan dan banyak dampak negatif kepada lingkungan akibat tidak dilakukannya kaidah pertambangan yang baik oleh perusahaan tambang di Malinau Selatan.

“Kita dapat CSR tapi ukurannya kecil, tapi dampaknya apa? ekonomi kita gak maju, dan pembangunan juga begitu-begitu saja. Tapi debu dan penyakitnya kita dapatkan tiap hari,” ujarnya.

Baca Juga :  TMMD ke-112, Warga Desa Kuala Lapang Antusias Pembukaan Akses Jalan

Tak lupa, Firi pun membeberkan untuk masyarakat agar tidak takut dengan berdirinya koperasi tambang rakyat Desa Loreh. Menurutnya, koperasi yang sudah terbentuk ini memiliki payung hukum yaitu pasal 24 UU no 4 tahun 2009 maupun UU perubahan No 3 Tahun 2020, untuk melindungi dan membina masyarakat yang nantinya tergabung dalam koperasi tambang rakyat. Agar masyarakat tidak melanggar hukum saat mengelola tambang rakyat.

“Kita mandiri bukan berarti melanggar aturan. Kita akan bergerak dengan aturan, kalau tidak sesuai aturan tidak mungkin koperasi ini ada dan tidak mungkin juga kita mencelakakan masyarakat kita,” jelasnya.

Baca Juga :  20 Tahun Partai Demokrat, Ping Ding Bagikan Ratusan Sembako ke Nakes dan Warga

Sementara Kepala Desa Long Loreh Mina Lawai menjelaskan, mengenai dampak-dampak adanya perusahaan tambang yang selama ini lebih banyak dampak buruknya, dari pada dampak baiknya. Sehingga ia pun sangat mendukung mengenai pembentukan tambang rakyat Desa Loreh.

“Selama ini hanya debu yang banyak kita makan dari perusahaan. Sehingga saya sangat mendukung rencana ini dan kalau perlu desa-desa lain juga bisa ikut nantinya,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed