NUNUKAN – Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) “Sion” Nunukan, akan menggelar perayaan Natal secara fisik dan tatap muka yang dibatasi kapasitasnya. Karena, saat ini pembatasan acara yang mengumpulkan massa masih harus dilakukan demi mencegah penyebaran COVID—19 lebih lanjut.
Ketua Satu Majelis Jamaat GPIB Sion Nunukan, Mesak Adianto mengatakan, ibadah Natal di gereja akan tetap dilaksanakan, namun berbeda dari sebelumnya. Untuk tahun ini akan dilakukan pembatasan, karena melihat kondisi penyebaran covid-19 saat ini masih Signifikan.
“Kami akan tetap melaksanakan ibadah, namun akan kita batasi, dua kali ibadah yang pertama akan dilakukan pada malam Natal itu dari jam 18.00 hingga 19.30 Wita, dan akan kita lanjutkan pada pukul 20.00 Wita hingga selesai, ini merupakan ibadah kedua,” kata Mesak Adianto kepada benuanta.co.id, Sabtu (19/12/2020).
Lanjut dia, pada tanggal 25 Desember 2020, juga akan dilakukan pembagian sesi ibadah. Yang pertama akan dimulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00. Kemudian akan dilanjutkan sesi kedua pada pukul 10.00 Wita hingga selesai.
“Ibadah di masa pandemi covid-19 saat ini kita hanya melakukan satu jam setengah saja, padahal sebenarnya kita biasa melakukan dua jam setengah, malah lebih. karena pandemi jadi kita harus mengkondisikan agar tidak terlalu lama berkumpul dengan jemaah,” jelasnya.
Mesak Adianto menjelaskan, Ibadah itu biasanya ada 4 sektor, yang mana 1 sektor itu biasanya terdiri dari 70 hingga 80 orang, namun karena pandemi maka satu kali jam ibadah akan dibagi dengan dua sektor. Begitu juga di jam kedua, sehingga tidak terjadi penumpukan jemaah.
Gereja GPIB Sion Nunukan ini mampu menampung jemaah sebanyak 300 orang sebelum pandemi covid-19. Gereja GPIB Sion telah menyiapkan tempat pencucian tangan dan setiap jemaah wajib menggunakan masker, sebelum masuk area juga terlebih dahulu akan dilakukan pengecekan suhu.
Sebelum melakukan ibadah, Gereja tersebut terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfektan. “Natal di tahun 2020 di masa pandemi Covid-19, kita tidak saling mengunjungi, kita hanya datang beribadah setelah itu kembali ke rumah masing-masing. Kita juga sudah imbau dan sampaikan kepada jemaat agar tidak saling mengunjungi karena saat ini wabah pandemi sangat signifikan,” imbuhnya.
Dia juga berharap kepada umat, khususnya GPIB Sion Nunukan agar bisa mengikuti jadwal jam ibadah yang telah disampaikan dan mematuhi protokol kesehatan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







