NUNUKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Nunukan telah melakukan persiapan dalam menyambut hari raya Natal dan tahun baru (Nataru) 2020-2012.
Kepala KSOP Kelas IV Nunukan, Capt. Yohanis K Te’dang, M.Mar.MM mengatakan, dalam rangka menghadapi Nataru 2020 dan 2021 di pelabuhan Nunukan, semua stakeholder terkait yang berada di lingkungan pelabuhan Nunukan telah melakukan rapat persiapan penyelenggaraan angkutan laut Natal 2020 dan tahun baru 2021.
Secara khusus Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri PM 41 Tahun 2020 yang menjadi landasan hukum terkait pengendalian transportasi dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19, yang salah satunya dikatakan bahwa kapasitas angkut penumpang harus sekitar 50% dan kapasitas penumpang.

“Karena masih pandemi covid-19, maka masyarakat yang ingin pulang kampung harus mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker, dan harus memiliki hasil tes rapid. Untuk tahun ini juga penumpang tidak terlalu banyak seperti tahun sebelumnya, rata-rata penumpang di bawah 50 persen, ini terjadi karena dampak dari pandemi,” kata Te’dang, kepada benuanta.co.id, Kamis (17/12/2020).
Kapal yang masuk baik itu sepeadbot setiap tiga hari sekali dilakukan penyemprotan disinfektan. Dia mencontohkan, kapal yang tiba di Tarakan sebelum berangkat menuju Nunukan, terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfektan. Begitu tiba di Nunukan maka penumpang akan turun, baru disemprot lagi.
“Untuk tahun 2020 arus mudik Nataru sangat menurun, dikarenakan adanya pandemi. Penumpang di pelabuhan Nunukan ini lebih banyak dari Tawau Malaysia, tapi sekarang karena Malaysia melakukan lockdown, tidak ada kegiatan, maka penumpang juga ikut tidak pulang,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







