oleh

GELIAT EKONOMI ANNIVERSARY KOTA TARAKAN

Oleh :

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M
Dosen STIE Bulungan Tarakan

“Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar, pada suatu saat akan dibayar lebih dari apa yang Ia kerjakan”- Napoleon Hill.

Tanggal 15 Desember 2020 merupakan hari jadi Kota Tarakan yang ke 23, hal ini direspon istimewa oleh Asosiasi Hotel General Manager Indonesia (Indonesian Hotel General Manager Association – IHGMA) karena hari jadi ke 23 ini dirayakan ketika wabah Covid-19 telah melingkupi dunia, tak terkecuali Indonesia, dan tentunya Tarakan. Rasa syukur IHGMA diwujudkan dengan menyatukan semangat dan energy optimis untuk Kota Tarakan yang membutuhkan banyak dukungan dari semua pihak. Dimana IHGMA mengadakan kegiatan beruntun dalam menyongsong hari jadi Kota Tarakan tersebut sebagai langkah signifikan untuk menyediakan energy baru dalam mendorong perekonomian di era normal baru.

Menurut AD ART, IHGMA adalah Indonesian Hotel General Manager Association -IHGMA didirikan pada tanggal 20 bulan April tahun 2016 dikenal untuk pertama kali sebagai Indonesian Hotel General Manager Association -IHGMA berkedudukan di Denpasar. Pengurus Pusat Indonesian Hotel General Manager Association – IHGMA berkedudukan atau berada di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan tujuan dan usaha adanya IHGMA antara lain yaitu :

a. Membantu meningkatkan kesejahteraan bagi para anggotanya dengan cara memperluas dan mempertinggi wawasan ilmu, profesi dan Jiwa kewirausahaan.
b. Mendukung pemerintah dalam pelaksanaan program-program kepariwisataan di Indonesia terutama industri perhotelan
c. Membantu untuk meningkatkan kualitas produk-produk wisata yang dimiliki oleh masyarakat pariwisata.
d. Meningkatkan mutu sumber daya para anggota melalui penyelenggaraan pelatihan pelatihan.

Baca Juga :  Peran Pramuka di Era Pandemi

Sesuai dengan tujuan dan usaha dari pada IHGMA maka IHGMA yang diketua oleh Bapak Elly Elkany manajer hotel Galaxy Tarakan, menggelar kegiatan yang berkaitan dengan dunia perhotelan dan pariwisata. Kegiatan dibagi empat sesi yaitu sesi pertama menggelar lomba Fashion Show 12 Desember 2022 di Swiss Belhotel Tarakan. Lomba ini diikuti oleh seluruh komunitas modeling yang ada di Kota Tarakan dengan kreteria penilaian, Batik local atau Batik Tarakan. Tujuan dari lomba ini untuk mendorong ekonomi UMKM dan pengrajin batik maupun tenun yang ada di Tarakan.

Kemudian sesi kedua, Swiss Belhotel Tarakan 13 Desember 2020 kegiatan lomba Making Bed Compettion. Bed atau tempat tidur merupakan hal terpenting atau center point bagi seorang tamu hotel saat memasuki ruangan kamar hotel, sehingga diperlukan dan kecermatan dalam penataannya. Making bed adalah mempersiapkan tempat tidur tamu yang dikerjakan oleh seorang room boy dengan memperhatikan beberapa aspek yang harus diterapkan yaitu kebersihan, keindahan, ketelitian, dan kenyamanan.

Kegiatan lomba making bed ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan room boy atau kru housekeeping sehingga akan berdampak pada kenyamanan pelanggan atau tamu hotel, dan diharapkan akan meningkatnya pula tamu menginap di hotel-hotel yang ada di Tarakan.

Baca Juga :  CINTA RUPIAH

Sedangkan kegiatan lomba pada sesi ketiga,” Barista Competition dan Education” di Dewa Bagoes Cafe Tarakan 14 Desember 2020. Barista dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertiannya adalah orang yang bekerja membuat dan menyajikan minuman kopi untuk para pelanggan di kedai atau coffe shop. Dari pengertian tersebut boleh dibilang bahwa barista merupakan ujung tombak yang menentukan secangkir kopi bisa enak dinikmati oleh pelanggan.

Oleh karena itu barista harus memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam hal perkopian. Kegiatan ini sangat relevan untuk peningkatan kelangsungan usaha kedai kopi atau coffee shop, sehingga diharapkan ada geliat ekonomi dari petani kopi, distribusi kopi, pengguna kopi dan akhirnya mata rantai perkopian dapat menyumbang perputaran perekonomian di kota Tarakan disaat pandemi Covid-19 ini.

Sesi terakhir atau ke- empat di kegiatan lomba ini adalah “Cook Competition dan Tray Race Competition” merupakan ajang silahturami cook yang ada di Tarakan dan mengenalkan menu “Nasi Goreng Pagun”.

Dimana menu Nasi Goreng pagun ini akan menjadi salah satu daftar menu yang ada di Swiss Belhotel Tarakan sebagai menu nasi goreng ciri khas Kota Tarakan, sehingga diharapkan menarik wisatawan local maupun luar Tarakan, terlebih bagi pelanggan Swiss Belhotel.

Baca Juga :  Membedah Nasionalisme Indonesia dan Peran Etnis Tionghoa

Kegiatan puncak dilaksanakan pada malam Gala Dinner, 16 Desember 2020 di Swiiss Belhotel Tarakan, sebagai rasa syukur anniversary Kota Tarakan ke 23, dan sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang lomba.

Semangat memperingati anniversary Kota Tarakan ke 23 ini menyiratkan makna bahwa segenap elemen atau semua pihak baik Pemerintah, BUMN, Swasta dan UMKM, perlu bekerja optimal dan efesien sehingga dapat memberikan energy kebaikan dalam rangka mendorong geliat ekonomi di Kota Tarakan di era normal baru. Perubahan perilaku untuk menjalankan aktivitas normal sangat diperlukan agar tetap, produktif, sehat, dan aman dengan menerapkan protocol kesehatan, guna mencegah penularan pandemic Covid-19 serta menjaga agar roda bisnis, usaha serta perekonomian tetap bergerak mendorong Pertumbuhan.

Tidak dipungkiri proses bisnis atau usaha tengah berhadapan langsung dengan situasi dan kondisi pandemic Covid-19. Dan perkembangan pandemic Covid-19 berdampak langsung terhadap kinerja perekonomian segala sector termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan sikap kreatif, aktivitas bekerja optimal di era normal baru ini. Dan saatnya untuk mengubah pola dan cara bekerja yang lebih dari biasanya ( extraordinary ), dengan lebih giat, kreatif, lebih keras, dan lebih cerdas lagi dari sebelumnya, guna mendongkrak, geliatkan ekonomi di Kota Tarakan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed