oleh

Amanah Gelar Konferensi Pers Kemenangan, Ajak Warga Kembali Bersatu Bangun Nunukan

NUNUKAN – Setelah dilakukan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Nunukan, Selasa (15/12/2020), pasangan Hj. Asmin Laura Hafid-H. Hanafiah dengan jargon Amanah, berhasil unggul dari pesaingnya, H. Dani-M. Nasir.

Amanah pun ditetapkan menjadi pemenang setelah memperoleh suara sebanyak 48.019, sementara H. Dani-M. Nasir dengan jargon Damai, memperoleh 45.359 suara. Selisih suara sebanyak 2.660 dengan keunggulan Amanah.

Tepat pukul 13.30 Wita Rabu (16/12/2020) tadi, Amanah pun menggelar Konferensi pers dengan awak media di Nunukan, tepatnya di Caffe 93. Dalam Konferensi pers, dihadiri Wakil Bupati terpilih, H. Hanafiah dan beberapa tim sukses dari pemenangan.

Baca Juga :  Ajak Bangun Nunukan, Tidak Ada Lagi Nomor 1 dan 2

“Hj. Asmin Laura Hafid-H.Hanafiah dari hasil penetapan sah KPU Nunukan memperoleh 51,4 persen dengan presentase jumlah suara 48.091 suara. Artinya kami Unggul 2,8 persen atau 2.660 suara dari paslon Damai yang memperoleh 48,6 persen dengan jumlah 45,359 suara,” kata H. Hanafiah, Rabu (16/12/2020).

Untuk itu, paslon Amanah berterimakasih kepada masyarakat Nunukan, karena telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Nunukan di periode 2021-2024.

Baca Juga :  Ketua Adat Desa Saludan Serahkan Senpi ke Danramil 0911-05/Lbs

“Kepercayaan ini adalah Amanah masyarakat Nunukan, sehingga mari kita mengawal suara masyarakat sampai penetapan KPU selesai. Mari kita jaga kondusifitas daerah kita. Karena sudah tidak ada lagi nomor satu dan dua, namun yang ada hanyalah Amanah untuk Nunukan,” jelasnya.

H. Hanafiah pun meminta semua legawa menerima segala ketetapan yang sudah ada, janganlah menggiring opini yang tidak baik di masyarakat. Saat ini pasangan Amanah merupakan kepercayaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, khususnya Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Oknum ASN Pemprov Dilaporkan Tidak Netral, Kasusnya Diteruskan ke KASN

“Mari kita jaga kerukunan, ini bukanlah pertarungan antara hidup dan mati, tapi pemilihan dalam pemilu. Sudah semestinya kita terima segala sesuatunya dengan keikhlasan,” tutupnya.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed