oleh

Suara Dentuman Ledakan di Tarakan, Depohar 60 Musnahkan 10 Ranjau Peninggalan PD II di Lanud Anang Busra Tarakan

TARAKAN – Kemarin, Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 09.45 wita, masyarakat kota Tarakan dikejutkan oleh suara dentuman keras menyerupai ledakan. Ternyata suara tersebut berasal dari kegiatan pemusnahan ranjau peninggalan Perang Dunia (PD) ke-II di wilayah Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra Tarakan.

“Seperti kita ketahui bersama, pangkalan angkatan udara ini lahir atau berdiri sudah sangat lama, dan masih banyak sisa pangkalan yang digunakan pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang,” ujar Pangkoopsau II, Marsma TNI Minggit Tribowo kepada awak media.

“Sehingga banyak ditemukan mortir, dan jumlahnya ribuan di Kaltara khususnya di Tarakan, kita punya ahli yang menjinakan mortir yang telah kita tugaskan untuk menjinakan ranjau di Lanud Anang Busra Tarakan,” tambahnya.

“Kita menghimbau kepada masyarakat disekitar pangkalan, jika menemukan benda berupa menyerupai mortir dan amunisi lainnya, khususnya pada saat ingin melakukan penggalian atau pembangunan, segera menghubungi kami atau aparat keamanan setempat,” jelasnya.

Selain itu, Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad juga menjelaskan, proses penjinakan ranjau dilakukan langsung oleh tim Depo Pemeliharaan (Depohar) 60 dari Lanud Iswahyudi Madiun.

Untuk diketahui, Depohar 60 adalah satuan pelaksana Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara yang melaksanakan penjinakan serta pemusnahan peledak sisa Perang Dunia ke-2 di Lanud Anang Busra Tarakan.

“Kita sangat memerlukan bantuan satuan Depohar 60, karena TNI AU di Tarakan tidak memiliki keahlian, kita memerlukan bantuan dari ahli penjinak bom, roket, dan amunisi peledak,” sebutnya.

Diperkirakan ranjau sudah ditemukan sekitar 4 atau 5 tahun lalu, namun setelah ditelusuri lebih dalam, terdapat 10 unit ranjau darat. Jenis dan serinya belum jelas. Lalu terdapat 1 fuse proyektil atau ujung roket yang tidak akan meledak dan tidak berbahaya.

“Yang kita khawatirkan ranjau-ranjau itu, kita tidak bisa menunda pemusnahan bom, karna kita tidak bisa menunggu, kita memanfaatkan cuaca yang baik pada hari itu,” sebutnya.

“Kami harus mengeksekusi ranjau tersebut secara langsung, karena bisa berbahaya jika hanya dipindahkan, alhamdulilah bisa berjalan dengan lancar, lokasi peledakan sekitar 500 meter dari wilayah terluar Lanud Anang Busra Tarakan,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed