oleh

Pertanyaan Iraw soal Sertifikat Lahan Tambak Menghantam Wajah Sendiri

TANJUNG SELOR – Debat publik Cagub-Cawagub Kaltara yang ke-3 tadi malam cukup menarik dan berlangsung seru karena adanya sesi saling bertanya dan menanggapi.

Namun lebih menarik ketika paslon 2 diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan. Cawagub Kaltara nomor urut 2 H. Irwan Sabri menanyakan visi misi paslon 3 soal penerbitan sertifikat lahan tambak yang gagal paham dan tidak mungkin bisa direalisasikan.

Pertanyaan ini dijawab oleh paslon 3 bahwa tidak ada yang tak mungkin sepanjang memiliki nawaitu yang baik dari pemimpin bukan dilakukan dengan kelompok tertentu.

Baca Juga :  Serapan APBN di Provinsi Kaltara Mencapai 60,14 Persen

Paslon Zainal-Yansen juga menyatakan pada pilkada 2016 lalu paslon 2 juga menjanjikan hal yang sama tetapi tidak bisa dibuktikan.

Ternyata jawaban paslon 3 ini memancing paslon 2 sehingga pertanyaannya ibarat memercik di wajah sendiri.

Cawagub Kaltara nomor 2 Irwan Sabri mengatakan bahwa Pemprov Kaltara selama lima tahun ini telah menerbitkan sertifikat bagi petani dan petambak sambil   memperlihatkan selembar sertifikat.

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Tanjung Palas, Kabarnya Penjaga Wisata Gunung Putih

Tanggapan paslon nomor 2 ini disanggah oleh Cagub Kaltara nomor urut 3 Zainal A Paliwang bahwa ternyata bisa menerbitkan sertifikat. Sementara pertanyaannya dikatakan gagal paham dan tidak mungkin.

“Pertanyaan paslon 2 ini bertolak belakang dengan tanggapannya ternyata bisa terbitkan sertifikat sementara pertanyaannya bilang tidak mungkin,” sindir Zainal kepada paslon nomor 2.

Jawaban paslon Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut 3 dilanjutkan oleh Yansen TP yang mengatakan, tidak ada yang tidak mungkin sepanjang pemimpinnya memiliki nawaitu untuk berbuat demi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Libatkan Perusahaan Perbaiki Jalan dan Jembatan Salimbatu

Memang bisa menjadi masalah, kata Yansen TP apabila pemimpinnya hanya memperhatikan kelompok tertentu semata dalam setiap tindakannya. Bukan berdasarkan kepada kepentingan seluruh rakyat Kaltara.

Situasi debat ini pada sesi tanya jawab, paslon nomor 2 terkena percikan air ke wajahnya akibat tepukannya sendiri.

Mengatakan tidak mungkin dan gagal paham tetapi malah mengaku bisa dilakukan oleh Pemprov Kaltara.(*)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *