oleh

Zainal-Yansen Silaturahmi dengan Tokoh Sulawesi Raya Tarakan, Dukungan Semakin Menguat

TARAKAN – Sosok calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum – Dr. Yansen TP, M.Si kembali hadir di tengah-tengah masyarakat Tarakan.

Kali ini bersama masyarakat asal Sulawesi yang tergabung dalam Forum Sulawesi Raya domisili Kota Tarakan. Pertemuan ini dikemas dalam acara silahturahmi di rumah Ketua Relawan Bambu Runcing Zainal-Yansen, H. Ince A. Rivai di Jalan Mulawarman, pekan lalu.

Dalam sambutannya, Haji Ince-sapaan akrabnya-mengatakan, perubahan untuk Kaltara melalui momentum Pilgub 9 Desember 2020 selama kampanye digelar paling menonjol digelorakan oleh seluruh masyarakat.

Bahkan sebelum Pilkada Serentak tahun ini, keinginan masyarakat itu sudah bermuara dari seluruh sudut pelosok di provinsi ke 34 di Indonesia ini.

Memimpikan kepemimpinan Kaltara yang harmonis, saling merangkul, menyayangi, baik antar sesamanya maupun kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Benuanta, menjadi salah satunya.

“Apa yang terjadi kepada pemimpin Kaltara sebelumnya tidak bisa menjadi panutan bagi kita semua, bahkan untuk anak cucu kita. Ini yang membuat kita malu. Oleh karenanya kehadiran Zainal-Yansen akan mengubah semua itu dengan niat semata-mata untuk masyarakat Kaltara,” tegas Haji Ince di hadapan paslon ZIYAP dan warga Sulawesi Raya.

Menurutnya, Zainal-Yansen adalah pasangan yang ideal untuk memimpin Kaltara. Sebab keduanya memiliki kecerdasan dan kepiawaian dalam mengelola pemerintahan dan keamanan serta sektor lainnya dengan baik menuju Kaltara Berubah, Maju dan Sejahtera.

Sehingga ia mengharapkan kehadiran Zainal-Yansen pada Pilgub Kaltara 2020 jangan disia-siakan oleh seluruh masyarakat Tarakan dan Kaltara pada umumnya.

“Beliau (Zainal A Paliwang) merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat. Kebiasaan baiknya adalah tidak tenang melihat orang susah. Sementara wakilnya Pak Yansen adalah Bupati Malinau dua periode yang cerdas dan sangat pro dengan masyarakatnya,” ungkap pensiunan polisi yang pernah bertugas di Polres Tarakan ini.

“Mereka berbeda tapi perbedaan itulah yang menjadikan pasangan ini sangat ideal dan telah mewakili semua golongan yang ada di Kaltara. Sehingga pasangan ini merupakan pasangan bhineka tunggal ika,” tambahnya.

Kembali dikatakan Haji Ince bahwa Kaltara memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Tapi sayang sejauh ini tidak dikelola dengan nawaitu yang baik.

Salah satu potensi yang melimpah di perut bumi Kaltara itu adalah hasil perikanan yang notabene pelakunya masyarakat pendatang asal Sulawesi.

“Kami tidak butuh emas berlian, kami hanya butuh kasih sayang. Olehnya itu dalam kesempatan ini masyarakat Sulawesi Raya Tarakan bersatu untuk memenangkan Zainal-Yansen pada 9 Desember nanti,” cetus Haji Ince.

Sementara Zainal – Yansen dalam sambutannya mengaku sangat terharu dan bangga atas kehadiran masyarakat Sulawesi Raya dalam acara silahturahmi tersebut.

Maju Pilgub Kaltara 2020 bersama Yansen TP, Zainal menegaskan karena memiliki visi misi yang sama serta niat yang sama. Yaitu berjuang melakukan perubahan besar untuk Kaltara.

“Lebih dua tahun saya menjabat Wakapolda Kaltara, saya melihat banyak hal-hal yang tidak memihak kepada rakyat kecil dari kebijakan pemimpin sebelumnya. Sebaliknya hanya memihak untuk kelompok-kelompok tertentu saja. Sedih rasanya. Ini yang menjadi salah satu alasan saya kembali ke Kaltara,” paparnya.

“Kaltara ini kaya raya dan memiliki wilayah yang luasnya sama dengan pulau Jawa. Apabila dikelola dengan baik dari tangan orang-orang yang professional dan hasilnya tidak hanya masuk di kantong-kantong tertentu saja, InsyaAllah tidak ada masyarakat Kaltara berada di bawah garis kemiskinan,” sambung pria kelahiran Makassar ini.

Hal senada juga diutarakan Yansen TP dalam sambutannya. Ia mengatakan Kaltara adalah Rumah Kita. Berbagai suku agama dan golongan serta kekayaan SDA maupun sumber daya manusia-nya telah ada di dalamnya.

“Dalam kampanye Pilgub Kaltara dua bulanan ini kami telah menjelajahi hampir seluruh wilayah perbatasan dan daerah pelosok. Mereka semua meminta perubahan untuk Kaltara. Makanya mereka tidak mau lagi memilih calon yang lama karena tidak merasakan apa saja yang telah dilakukan,” ungkap Yansen.

Menurut kacamata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini, gubernur dan wakil gubernur Kaltara periode pertama hanya mengurus pemerintahannya saja atau dirinya sendiri. Namun tidak mengurusi masyarakatnya yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Maka mari tentukan pilihan kita untuk memilih yang benar. Karena kalau sampai salah memilih lagi maka kita semua dan para regenerasi kita merasakannya. Untuk itu pilihlah yang punya niat baik untuk melakukan perubahan,” pesan Yansen.

“InsyaAllah sekecil apapun dana provinsi akan mengalir ke masyarakat,” demikian Yansen. (adv)

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed