oleh

Razia Gabungan, Petugas Dapati Pasangan Pelajar Berduaan di Kamar Losmen

TARAKAN – Gelar razia penyakit masyarakat (Pekat) dan Imbauan Protokol Kesehatan, aparat gabungan Satpol PP Kota Tarakan, Satpol PP Provinsi Kaltara, TNI-Polri, serta instansi terkait menyasar rumah sewa, losmen serta indekos dan Tempat Hiburan Malam (THM), Kamis (27/11/2020).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 Wita hingga 02.00 dini hari, personel gabungan juga terbagi menjadi dua regu. Dengan regu pertama yang menyasar rumah sewa dan indekos, sedangkan THM menjadi sasaran regu 2.

Bahkan, petugas juga mendapati pasangan bukan suami istri yang masih berstatus pelajar berduaan di dalam kamar salah satu losmen yang ada di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pamusian. Bahkan saat petugas meminta keduanya menunjukan KTP, hanya pelajar perempuan saja yang memiliki. Sedangkan pelajar laki-laki itu berdalih bahwa identitas dirinya itu ketinggalan, lantaran mengaku baru tiba di losmen tersebut.

Sementara itu, regu satu yang menyisir rumah sewa dan indekos di wilayah Kelurahan Kampung Satu juga menemukan beberapa remaja yang tidak memiliki KTP, dan di antaranya ada yang tengah asyik berduaan dengan status bukan suami istri. Praktis dari temuan kedua regu gabungan ini, para pemuda dan pemudi yang tidak memiliki KTP ini langsung melakukan pendataan.

“Mereka tidak punya KTP, ada yang mengaku ketinggalan semua kita data dan sita KTP-nya kemudian selanjutnya kami suruh ke kantor Satpol PP Tarakan untuk mengambil,” ujar Kasi Trantib Satpol PP Provinsi Kaltara, Aspian Noor.

“Jadi untuk yang kasus identitas itu tadi. Itu kita data dan besok mereka disuruh datang ke kantor Satpol PP Kota Tarakan. Nanti langsung diadakan pembinaan oleh Dinas yang menangani, dalam hal ini Disdukcapil Kota Tarakan,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil kegiatan razia Pekat dan Imbauan Protokol kesehatan yang dilakukan, masih banyak masyarakat yang abai dalam menjalankan prokes, khususnya menjaga jarak dan kontak fisik.

“Kalau untuk regu 2 ini, yang jelas kasus paling banyak itu pertama adalah sosial distancing di tempat-tempat THM seperti ini, maupun rumah-rumah makan yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda,” tukasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed