oleh

Debat Publik, Jhonny Laing Anggap Debat Tak Adil Karena Tak Diberikan Hak Tanya Jawab

MALINAU – Hal menarik baru saja terjadi saat debat Pemilihan Bupati (Pilbup) Malinau yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malinau yang bekerja sama dengan Kompas TV sebagai lembagai penyiaran debat publik itu.

Menariknya tanpa diduga saat memasuki sekmen penutup dari masing-masing Pasangan Calon (Paslon). Paslon no urut 2 Johnny Laing Impang – H. Muhrim melemparkan protes terhadap debat publik yang dianggapnya tidak adil karena tidak memberikannya hak tanya-jawab yang sama dengan 2 paslon lainnya.

“Sebelum mengatakan kalimat penutup. Saya ingin mengatakan kalau debat ini tidak adil, karena masing-masing Paslon diberikan 2 kesempatan bertanya sedangkan saya hanya 1 pertanyaan. Tapi ya sudah, tidak apa-apa. Biar masyarakat yang menonton yang menilai ini baik atay tidak,” kata Johnny Laing.

Selain tidak adil, Johnny Laing juga sangat menyayangkan sikap terhadap salah satu Paslon yang telah menyerangnya secara pribadi dalam debat Publik yang diselenggarakan oleh KPU Malinau itu. Dimana saat debat sesi tanya jawab antar Paslon salah satu Paslon, sempat memberikan pertanyaan dan tanggapan yang dinilai Paslon JM itu sangat tidak menunjukan nilai dan norma etika yang baik saat debat Publik karena telah menyerang secara pribadi.

“Intinya debat ini sangat tidak adil, kita secara umum dibiarkan diserang secara pribadi dan hak kita juga untuk memberi pertanyaan tidak sama dengan Paslon lainnya. Makanya saya bingung, kok malah JM yang dikasih begini dalam debat Publik,” pungkasnya

Meski dianggap tidak adil. Namun Paslon berjargon JM itu tetap berbesar hati dan berusaha untuk tidak mempermasalahkan hal itu dan lebih fokus kepada visi-misinya untuk perubahan Malinau yang lebih baik ke depannya.

Dimana Paslon JM ini berjanji akan berfokus kepada pemerataan pembangunan, Ekonomi hingga pendidikan. Bahkan Paslon JM ini pun berjanji akan memberikan sesuatu yang berbeda dari visi-misi Paslon Lainnya.

“Ekonomi dulu yang harus merata, karena antara desa 1 dan lainnya di Malinau selalu beda penghasilan penduduknya dan ini yang akan kita perbaiki jika terpilih nanti. Termasuk jalan di 6 kecamatan Malinau yang sudah 21 tahun terisolir,” ujarnya.

“Pembangunan Sekolah, central Olahraga dan investor pertanian akan bawa ke Malinau nantinya,” ungkapnya.

Menurut Paslon JM saat ini pembangunan sekolah saat ini sangat penting untuk daerah pelosok Malinau yang fasilitasnya saat ini jauh berbanding terbalik dengan sekolah yang ada di wilayah perkotaan Malinau.

“Beasiswa pendidikan tentu akan lengkap jika disertai dengan pembangunan sekolah, karena kedepannya Sarjana Malinau bisa menjadi guru atau pelayan masyarakat Malinau itu sendiri,” pungkasnya.

Hal itu pun termasuk dengan pembangunan spot atau pelatihan khusus olahragawan. Dimana JM selama ini merasa atlet di Malinau sudah memiliki fisik dan kualitas yang sama dengan Daerah yang olahraganya sudah maju. Namun, selalu kalah bersaing karena kurang memiliki tempat berlatih Keolahragaan.

“Atlet kita kuat dan memiliki kualitas yang baik. Tapi, kualitas itu bisa saja turun karena fasilitas olahraga kita tidak ada untuk meningkatkan skill mereka dan ini juga yang menjadi fokus utama kita. Termasuk mencarikan petani atau UMKM pasar untuk menjual produk lokal kita yang selama ini kurang terpasarkan dengan baik,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed