oleh

Besok di Pasar Tani akan Ada Sosialisasi Food Loss And Waste

NUNUKAN – Sejak dibuka kembali pada awal September 2020 lalu, setelah sebelumnya ditutup lantaran pandemi covid-19, keberadaan Pasar Tani di Alun-Alun Nunukan setiap Ahad pagi, semakin diminati warga. Hal itu tampak dari semakin bertambahnya jumlah penjual dan pembeli yang meramaikan pasar yang mendagangkan berbagai jenis hasil pertanian di setiap akhir pekan.

Masyarakat, terutama kalangan emak-emak usai berolah-raga di Alun-Alun setiap Ahad pagi, mengaku senang belanja di Pasar Tani karena barang yang dijual harganya lebih murah, terutama sayur mayur seperti sawi, bayam, tomat, jagung dan cabai yang kondisinya masih segar karena baru saja dipanen.

Namun yang pasti, belanja di Pasar Tani bisa lebih praktis dan menghemat waktu. “Tidak perlu jauh-jauh, sehabis olahraga langsung bisa belanja sekalian,” kata Ibu Suhartini, Sabtu (21/11/2020).

Harga komoditas pertanian yang dijual di Pasar Tani bisa lebih murah karena yang menjual adalah para petaninya langsung. Berbeda halnya dengan di pasar umum, harga biasanya sudah agak mahal karena penjualnya bukan petani langsung. Penjual di pasar umum membeli hasil pertanian dari petani, dan selanjutnya menjualnya kembali dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Pasar Tani adalah salah satu program yang dijalankan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan bekerjasama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).  Keberadaan Pasar Tani diharapkan bisa membantu para petani menjual hasil-hasil pertaniannya secara langsung kepada masyarakat dengan harga yang wajar, dan di sisi lainnya memberikan harga yang lebih murah bagi masyarakat.

Selain para petani, saat ini beberapa warga juga mulai memanfaatkan Pasar Tani untuk menjual berbagai jenis kue-kue olahan hasil pertanian. Pemerintah berharap kehadiran Pasar Tani bisa semakin diterima secara baik oleh masyarakat, sehingga pada akhirnya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama para petani.

Selain itu, pada Ahad 22 November 2020, Pasar Tani juga akan mempromosikan pangan lokal, seperti produk UMKM. Dalam kesempatan itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan juga akan mengadakan kampanye dan sosialisasi food loss and waste. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed