oleh

Yansen TP: Pemekaran Kabudaya Bukan Janji Politik, Tapi Tekad Menyejahterakan Masyarakat

MALINAU – Kedatangan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Utara nomor urut 3, Dr. Yansen TP, M.Si dalam rangka kampanye menjadi satu kesempatan khusus bagi warga Kabupaten Nunukan yang berada di wilayah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk menyandarkan harapan mewujudkan terbentuknya Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya).

Mereka sangat berharap pasangan Calon Gubernur (Cagub) Drs. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum dan Cawagub Yansen TP bisa mewujudkan impian mereka tersebut jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltara nanti.

“Harapan besar kami Kabudaya bisa terbentuk, karena sudah berapa tahun Kabudaya mau dimekarkan tapi sampai saat sekarang belum terlaksana atau belum terealisasi,” ujar Tuku, tokoh masyarakat yang mewakili menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Lubok Buat dan Desa Katul, Kecamatan Sembakung Atulai, Selasa (17/11) dalam kampanye tatap muka dan dialog pasangan Zainal-Yansen.

Harapan akan terwujudnya DOB Kabudaya juga disampaikan warga desa-desa lainnya yang berada di Kecamatan Sebuku, yaitu Desa Pembeliangan, kemudian di Kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai dan bulan lalu juga warga Libang, Kecamatan Lumbis juga menyampaikan hal yang sama.

Menanggapi keinginan warga Kabudaya tersebut, Cawagub Yansen TP mengatakan bahwa untuk menjadi sebuah kabupaten itu tidak sesederhana seperti mengucapkannya. Tapi harus ada sesuatu yang menggambarkan kenapa wilayah ini harus menjadi sebuah kabupaten.

“Sesungguhnya bukan sekadar wilayahnya saja yang menjadi syarat utama. Yang paling utama adalah orangnya, manusianya, masyarakatnya dan penduduknya. Itulah yang sebenarnya menjadi titik yang paling utama kenapa sebuah daerah itu dimekarkan atau dijadikan sebuah kabupaten,” ujar Yansen TP.

Karena, kata Yansen, bertujuan membangun orang, membangun manusia dan pembangunan itu untuk manusia, untuk orang, bukan orang untuk manusia, bukan orang untuk pembangunan, tapi pembangunan untuk manusia.

Oleh sebab itulah, ketika melihat penanganan persoalan orang atau manusianya atau penduduknya belum maksimal dilakukan oleh pemerintah yang ada, tentu harus mencari cara yang terbaik, cara yang paling mudah.

“Saya bersama dengan Pak Zainal bertekad bersama-sama supaya pemekaran ini menjadi jawaban terhadap kebutuhan pembangunan Kaltara. Kenapa, supaya jangkauannya (pelayanan pemerintah) sampai ke daerah-daerah terjauh,” kata Bupati Malinau yang sedang cuti kampanye mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) Kaltara ini.

“Saya menanggapi soal Kabudaya tadi, itu salah satu kebutuhan dasar membangun. Kalau Zainal-Yansen mendapatkan kepercayaan rakyat, kami sudah menegaskan program utama kami adalah satu di antaranya pemekaran Kabudaya ini,” tegasnya meyakinkan.

Cawagub pasangan Zainal A. Paliwang ini pun menyilakan masyarakat membaca visi misi dan program kerja Zainal-Yansen. Jadi, lanjutnya, dia mengucapkan soal pemekaran Kabudaya bukan karena menjawab permintaan dari masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Tapi di dalam program kerja Zainal-Yansen sudah mewujudkan pemekaran lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara, yaitu Kota Tanjung Selor, Sebatik, Krayan, Apau Kayan dan termasuk Kabudaya sendiri.

Kenapa pasangan Zainal-Yansen ingin mewujudkan itu, karena pasangan dengan akronim ZIYAP ini mau wilayah yang masuk DOB terbangun dan supaya rakyatnya menikmati kesejahteraan.

“Hari ini saya menjawab satu harapan dari masyarakat Kabudaya, khususnya yang ada hari ini. Jadi jangan ragu, ini bukan janji politik, sekali lagi, ini bukan janji politik, tapi sebuah wujud gagasan, harapan dan tekad bagaimana menyejahterakan rakyat, supaya rakyat semuanya menikmati apa yang namanya pembangunan,” pungkasnya. (adv)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed