oleh

BP2MI Sesalkan Adanya Intimidasi kepada Warga saat Kampanye Membawa Nama Lembaga

NUNUKAN – Video berdurasi 16 menit di Facebook menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Dalam video itu terdengar seorang perempuan dengan lantang meneriakkan “ganti bupati, perahu baru diganti”. Dalam video itu juga mengatakan jangan turun ke BP3TKI atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), jika kalah di sini, ku Blacklist pokonya om jangan.

Video yang berdurasi 16 menit itu merupakan kampanye blusukan dari paslon jargon Damai di Kampung Timur, Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan. Dengan aksi dugaan mengintimidasi terhadap salah satu warga.

Setelah ditelusuri suara teriakan wanita itu bernama Suriana Bahtiar adalah salah satu pengurus TKI.

Beredarnya video itu, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat BP2MI, Arbain mengatakan, menyayangkan hal itu  merupakan salah satu pelanggaran dalam melaksanakan kampanye membawa-bawa lembaga BP2MI.

Baca Juga :  Bupati Nunukan Apresiasi Pencanangan Zona Integritas WBK-WBBM BPS Nunukan

“Kami merasa sangat dirugikan, ketika kampanye nama lembaga kami dibawa-bawa. Apa kaitannya Kami dengan pilkada ini,” kata Arbain saat ditemui di kantor BP2MI Nunukan, kepada benuanta.co.id, Selasa (17/11/2020)

Dia juga mengatakan, terkait beredarnya video tersebut dirinya akan menunggu tindakan tegas Bawaslu Nunukan atas tim pemenangan Damai di saat kampanye membawa nama Lembaga.

“Kita menunggu tindakan Bawaslu, kami serahkan kepada pihak Bawaslu atas tindakan yang dilakukan yang kita lihat di Medsos,” jelasnya.

Dirinya juga siap bersinergi dengan Bawaslu, jika dimintai keterangan terkait video viral yang beredar di Facebook, bilamana ada keterlibatan dan temuan oknum atau pegawai yang bekerja di BP2MI Nunukan dalam video tersebut. (*)

Baca Juga :  Meledak, 47 Karyawan Perusahaan di Malinau Terpapar Covid-19

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed