oleh

Ketua DKPP: Kesuksesan Pilkada 2020 Tanggung Jawab Semua Pihak

Gorontalo – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menegaskan, kesuksesan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 bukan hanya menjadi tanggung jawab dari penyelenggara pemilu saja, tetapi juga semua pihak.

Untuk itu ia meminta pihak-pihak lain untuk membiarkan jajaran penyelenggara pemilu fokus dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tidak diganggu dengan hal-hal lain, katanya saat penguatan dan pengarahan pelaksanaan pilkada serentak di Gorontalo, Senin.

Dengan tidak mengganggu jajaran KPU dan Bawaslu fokus dalam mewujudkan pilkada yang berintegritas, maka pihak-pihak lain telah melakukan salah satu tanggungjawabnya dalam mensukseskan Pilkada 2020.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Setujui Perda Nomor 2/2018 tentang PT Migas Kaltara

Menurutnya, selayaknya manusia pada umumnya, penyelenggara pemilu pun memiliki dua sisi mata uang yaitu kebaikan dan keburukan.

“Jangan goda dia, biarkan potensi malaikatnya yang muncul. Jangan sampai yang muncul justru potensi iblisnya,” ujarnya

Ia juga berpesan agar seluruh penyelenggara pemilu khususnya di Provinsi Gorontalo, agar tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga :  Mengaku Sebagai Korban, Andarias Desak Penegak Hukum Segera Pidanakan VN

Ia meminta seluruh penyelenggara amanah untuk mewujudkan pilkada yang berintegritas.

“Kalau wasitnya fair, lawan yang kalah pun akan tersenyum karena merasa kalah terhormat. Dia pun akan menghormati netralitas dan independensi dari wasit itu,” lanjutnya.

Ketua Bawaslu RI periode 2012-2017 itu juga berpesan agar seluruh peserta pilkada dan pemilih, untuk tetap menegakkan integritas masing-masing agar kualitas dan integritas pilkada tetap mumpuni.

Baca Juga :  Hadapi Pemilu 2024, KPU Kaltara Laksanakan Evaluasi

Dalam aspek integritas, partai politik wajib memastikan bahwa calon yang diusungnya memiliki integritas sehingga saat memimpin daerah tersebut, ia akan menepati janjinya untuk mensejahterakan rakyatnya.

Sedangkan bagi pemilih, integritas berarti menolak praktik politik uang atau kecurangan lainnya.

“Jangan tidak peduli, lima menit di TPS menentukan lima tahun masa depan kita,” katanya.(ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed