oleh

Sarat Kepentingan Politik, Konferwil II PWNU Kaltara Diharapkan Ditunda

TARAKAN – Konferensi Wilayah (Konferwil) II Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali disuarakan untuk dilakukan penundaan. Usulan ini kembali disampaikan oleh tiga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), yakni PCNU Bulungan, PCNU Tarakan dan didukung Ustaz Hartono Van Gobel, Rois Syuriyah PCNU Malinau.

Sebelumnya, usulan penundaan ini telah disampaikan Pengurus PWNU Kaltara kepada PBNU. Pasalnya saat ini telah terbentuk caretaker untuk Konferwil II untuk pemilihan pengurus baru yang memang telah habis masanya.

Baca Berita Terkait: Cegah Konflik Kepentingan, PWNU Kaltara Ajukan Surat Penundaan Konferwil ke PBNU

Namun berbagai pertimbangan, seperti saat ini sedang di tahun politik, khawatir NU ditunggangi kepentingan politik, hingga alasan masih mewabahnya covid-19, sehingga pelaksanaan Konferwil II PWNU Kaltara ini diharapkan ditunda.

Baca Juga :  Bupati KTT: Jabatan Adalah Amanah dan Simbol Kepercayaan

Seperti disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Bulungan, Ustaz Saidul Khudri, dirinya sangat menyayangkan jika Konferwil II Kaltara ini tetap dilaksanakan. Pasalnya dikhawatirkan akan sarat dengan kepentingan politik. Pasalnya sebentar lagi Provinsi Kaltara akan menggelar pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltara pada 9 Desember mendatang.

“Kami akan memberi masukan kepada caretaker agar pelaksanaan Konferwil II Kaltara ini ditunda dulu sampai selesai Pilkada,” jelasnya.

Sebab jika pun harus dipaksanakan untuk tetap digelar dalam waktu dekat, dia menilai urgensinya kurang. Terlebih saat ini juga masih dalam masa pandemi covid-19. “Kalau dipaksakan, ini seolah malah kental sekali dengan muatan politik,” sergahnya.

Baca Juga :  Ditreskrimum Lakukan Penyelidikan Terkait Laporan Penyerobotan Lahan di Wilayah KIPI

Hal senada juga disampaikan PCNU Tarakan melalui Sekretaris Tanfidziyah, Nasir Irvan. Dia menyebut, prinsipnya PCNU Tarakan pada pelaksanaan Konferwil II PWNU Kaltara sangat mendukung, mengingat masa bakti pengurus lama habis. Akan tetapi, Kaltara akan menyelenggarakan pesta akbar Pilgub secara serentak. Sehingga sebaiknya konferwil PWNU ditunda sampai selesai pilgub.

Sebab dengan ditundanya pelaksanaan Konferwil, masyarakat memiliki konsentrasi terhadap kepedulian akan nasib Kaltara selama 5 tahun kedepan. “Kedua untuk meminimalisir tekanan-tekanan politik, karena NU pada hakikatnya ormas yang didirikan untuk kepentingan agama dan kemasyarakatan.

“Tugas di NU itu diniyah dan ijtimaiyah. Artinya apa, agama sekaligus kemasyarakatan. Itulah tolok ukur pedoman yang harus kita lakukan. Oleh karena itu, seyogyanya konferwil harus diadakan karena masa baktinya sudah habis, tapi yang paling ideal adalah menunda untuk beberapa minggu kedepan sampai selesai pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltara,” jelasnya kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tiba di Tarakan, Tinjau Vaksinasi dan Menuju Desa Bebatu

Kenapa harus ditunda? Lebih ditegaskan Nasir Irvan, untuk menghindari ormas ini ditunggangi kepentingan politik. “Itu dihindari, karena yang diurusi NU itu sekarang politik kebangsaan bukan politik pragmatis,” lugasnya.

Diberitakan sebelumnya, Habib H. Muthahar Al Jufri selaku Rais Syuriyah NU Kaltara (demisioner), menyampaikan permohonan penundaan Konferwi NU Kaltara hasil hasil rapat pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Kaltara. Di mana usulan penundaan itu disampaikan melalui surat resmi yang dikirimkan ke PBNU tertanggal 7 November 2020.(*)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *