oleh

KPU Sebut, Irwan Sabri Bawa HP saat Debat Melanggar Aturan, soal Sanksi akan Dirapatkan

TARAKAN – Yang dilakukan salah satu calon wakil gubernur Kaltara yang tertangkap kamera memegang handphone (HP) saat debat publik pertama, H. Irwan Sabri disebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara telah melanggar tata tertib (Tatib). Ini sesuai dengan tatib yang tertuang di poin 8 debat publik pertama Pilgub Kaltara 2020 di Tarakan Plaza, Ahad malam (25/10/2020).

Di mana di poin ke 8 tersebut berbunyi; “Pasangan calon hanya  diperkenankan membawa alat tulis, catatan dan data yang diperlukan dalam kegiatan debat”. Hal itu juga sudah disampaikan dalam beberapa agenda sebelum debat, seperti saat gladi bersih, off air, maupun saat disiarkan secara langsung oleh TVRI.

Baca Juga: Bawa HP saat Debat Publik, H. Irwan Sabri Diduga Langgar Tata Tertib KPU

“Yang telah dilakukan salah satu pasangan calon itu (membawa HP) tidak dibenarkan dalam tata tertib debat publik pertama,” terang Komisioner KPU Kaltara, Hariyadi Hamid.

Hariyadi menjelaskan, tatib sebanyak 9 poin tersebut merupakan keputusan KPU bersama seluruh paslon, baik saat gladi bersih maupun ketika acara telah dimulai. “Ini sudah menjadi keputusan KPU, kemudian disampaikan kepada seluruh LO (Liaison Officer) dan tim pemenangan paslon. Jadi saya kira tata tertib itu sudah dipahami oleh seluruh paslon,” katanya.

Lebih prinsip lagi, KPU menyepakati HP bukan sebagai alat tulis, alat catatan maupun penyimpan data bagi paslon dalam acara debat publik. “HP sebagai alat komunikasi. Tapi dalam perkembangannya bisa juga digunakan alat tulis dan sebagainya. Namun kami tidak menyebutkan HP sebagai alat tulis, catatan dan data dalam tata tertib debat publik,” ungkapnya.

Kemudian terkait terganggunya tayangan debat publik saat live ketika salah satu calon sedang bicara, dikatakan Hariyadi itu kesalahan teknis dari pihak rekanan. Kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada EO dan TV yang menayangkan debat sebagai bentuk komplain, agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Selain itu, Hariyadi juga mengaturkan permohonan maaf kepada paslon yang merasa dirugikan akibat kejadian tersebut dan menjadi pembelajaran sekaligus evaluasi KPU Kaltara dan para paslon.

Agar tak terulang kembali, KPU berencana memanggil LO dan tim pemenangan seluruh paslon untuk dilakukan evaluasi. “Kepada semua paslon kedepannya agar tidak lagi melakukan hal serupa (membawa HP saat debat). Ikuti regulasi yang sudah disusun,” imbaunya.

Terkait sanksi, pihaknya belum bisa memastikan, rencananya akan dirapatkan bersama. “Kita akan evaluasi, semua masukan sudah kami catat,” tutupnya.(*)

 

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed