oleh

Kepala Desa dan Aparatur Desa Diingatkan Netral saat Pilkada

NUNUKAN – Pesta demokrasi pemilihan gubenur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati tahun 2020, sudah semakin dekat. Penyelenggara pemilihan umum pun telah mempersiapkan semua keperluan untuk pemungutan suara yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang.

Menyambut Pilkada serentak ini, Radio Republik Indonesia (RRI) Nunukan mengadakan acara dialog luar studio di gedung KPU Nunukan. Dengan narasumber Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S.IP, M.Si, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, S.IK, Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan Mochammad Yusran dan Komisioner KPU M. Rusli Haerudin, Selasa, (20/10).

Dialog menjelang pilkada 2020 itu mengangkat topik “Mencari Pemimpin Yang Berkualitas dan Berintegritas”. Dalam kesempatan itu, KPU Nunukan menyampaikan telah melakukan beberapa tahapan, salah satunya melaksanakan penetapan Daftar pemilih tetap (DPT) dengan jumlah 117.763 pemilih, yang akan melaksanakan pemilihan di TPS.

Dalam pilkada itu, KPU juga menargetkan 75% partisipasi pemilih, dengan terus melaksanakan sosialisasi dalam berbagai bentuk. Di antaranya melalui SMS Gateway melalui jaringan Telkomsel yang berada di Kabupaten Nunukan.

Selin itu, KPU Nunukan juga mempersiapkan agenda debat calon dan debat publik yang akan dilaksanakan pada November mendatang untuk Pilkada Nunukan. Untuk logistik pemilihan berupa kotak suara, bilik suara dan desain kertas suara dalam tahap proses.

Untuk diketahui, berdasarkan Naskah Penyerahan Hibah Daerah Pemerintah Daerah juga telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 43 miliar yang digunakan untuk pelaksanaan pilkada 2020 ini. Anggaran tersebut diserahkan kepada Bawaslu Kabupaten Nunukan sebesar Rp 13 M, KPU Nunukan sebesarRp  28 M dan Polres Nunukan sebesar Rp 5,6 M berdasarkan Naskah Hibah Daerah.

Untuk pengamanan menjelang Pilkada 2020 ini, Kapolres Nunukan telah membentuk operasi dengan sandi “Operasi Mantap Praja Kayan 2020”. Polres Nunukan telah menyiapkan 118 personel dan dibantu dari TNI sebanyak 60 personel yang akan dibagi ke 4 wilayah di Kabupaten Nunukan.

Bawaslu juga berperan penting dalam pelaksanaan pilkada. Bawaslu bertugas dalam pengawasan pelaksanaan pilkada guna mencegah terjadinya pelanggaran. Adapun pelanggaran itu meliputi, pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana pemilihan dan pelanggaran kode etik penyelanggaraan pilkada.

Terkait dengan netralitas ASN, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S.IP, M.Si juga mengimbau kepada seluruh ASN yang berada di Kabupaten Nunukan agar tetap bersikap netral dan tidak terpengaruh oleh kekuatan politik manapun. Selain ASN, Serfianus juga menginstruksikan kepada Kepala desa dan perangkat desa untuk ikut bersikap netral.

“Karena kepala desa dan aparatur desa merupakan aparatur negara, sehingga harus tetap bersikap netral,” tegas Serfianus, Rabu (21/10/2020).

Dia juga berharap kepada masyarakat Kabupaten Nunukan agar pada saat pelaksanaan pemilihan tanggal 9 Desember mendatang, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sebaik-baiknya dengan jujur dan adil. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed