oleh

Zainal Basri Palaguna dan Zainal “ZIYAP” Paliwang

CATATAN: Bare Dg Mangngiri

JUMAT pagi dua pekan lalu, di Restoran Hotel Midtown, Samarinda, saya bertemu Brigadir Jenderal (Brigjen) Drs. Zainal Arifin Paliwang. Beliau tengah sarapan ketika saya menghampiri. Sebenarnya, itu bukan pertemuan pertama kami. Sebelumnya, dalam acara yang digelar Pemprov Kaltara di salah satu kafe di Tanjung Selor pada 2019, saya pernah bertemu dan ngobrol dengan Beliau. Saat itu Pak Zainal menjabat Wakapolda Kaltara. Tapi, malam itu banyak warga yang menghampiri menyapa, ditambah suasana di luar tempat acara yang agak remang, membuat beliau tidak fokus ke saya.

Saya tahu Pak Zainal A. Paliwang orang Sulawesi Selatan dari sahabat saya yang menjadi Kapolres Bulungan saat itu, AKBP Andrias Susanto Nugroho. Saya berteman dengan Pak Andrias sejak menjabat Kabag Ops Polresta Samarinda, tahun 2013. Terakhir saya berkomunikasi dengan Pak Andrias via whatsapp (WA) pada 1 Oktober lalu.

Kembali ke Pak Zainal Paliwang. Di kafe malam itu, ada Gubernur Irianto Lambrie dan Wagub Udin Hianggio. Pak Zainal menyanyi. Saya lupa judul lagunya. Tapi seingat saya, lagu zaman now.

Menyaksikan Pak Zainal Arifin Paliwang menyanyi, saya teringat Pak Zainal Basri Palaguna, gubernur Sulsel 1993-2003. Berlatar belakang militer dan terakhir menjabat Pangdam Wirabuana sebelum menjadi gubernur, Pak Palaguna juga hobi musik. Kadang main gitar. Istrinya, Bu Normi, sering mendampingi dengan nyanyian “Semalam di Malaysia.”

Haji Zainal Basri Palaguna, lebih sering disingkat H.Z.B. Palaguna. Karenanya, meski Palaguna adalah nama orangtuanya (Palaguna Dg Makkelo), Beliau lebih sering disapa Pak Palaguna. Ketika di Akademi Militer, Pak Palaguna bersahabat dengan Herman Bernhard Leopold (H.B.L) Mantiri, mantan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Kasum ABRI) dan Duta Besar di Singapura. Atas “telepon sakti” Pak Palaguna, saya bisa bertemu dan berbincang dengan Pak Mantiri di Jakarta pada tahun 2001. Hehehe.

Pak Zainal Basri Palaguna, seorang militer. Ditempa dengan pendidikan keras di Akademi Militer. Namun, kegemaran bermusik rupanya ikut membentuk karakter dirinya tetap lembut. Perasa. Cepat tersentuh jika ada orang susah.

Sosok Zainal Basri Palaguna tampak dalam diri Zainal Arifin Paliwang. Sama-sama bernama depan Zainal. Jenderal bintang satu ini juga pernah ditempa keras di Akabri bagian Kepolisian (sekarang Akademi Kepolisian) dan suka bermusik. Bukan sekadar bernyanyi, tapi menguasai sejumlah alat musik. Karena itu, jika bertemu dengan Pak Zainal Paliwang, gaya bicaranya berintonasi tegas, namun gestur tubuhnya manampakkan kerendahan hati. Seperti Pak Zainal Basri Palaguna.

Pertemuan di Hotel Midtown, Samarinda, sekaligus uji gestur kepada Pak Zainal Paliwang. Sambil berdiskusi, saya memperhatikan gerak tubuhnya, bahasa tuturnya. Saya merasakan kelembutan seorang kakak kepada adik, kehangatan orangtua kepada anak. Ketika pamit pun, Beliau agak membungkukkan badan. Tanda hormat kepada tamu, tanda kerendahan hati seorang jenderal.

Selamat berkompetisi menjadi Gubernur di Provinsi Kaltara, Pak Zainal Paliwang. Dengan bergandeng bersama Pak Yansen Tipa Padan mengusung “ZIYAP”, semoga Kaltara benar-benar menjadi RUMAH KITA. Rumah untuk seluruh suku, rumah buat seluruh agama. Salamakki. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed