oleh

Positif COVID-19 di Kalimantan Timur Bertambah 165 Kasus

Samarinda – Angka COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur masih menunjukkan pergerakan kenaikan yang tinggi dengan adanya tambahan sebanyak 165 kasus terkonfirmasi positif berdasarkan rilis harian satuan tugas COVID-19 wilayah setempat pada Kamis.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyampaikan akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kaltim sudah mencapai 11.212 kasus.
“Dominasi kasus baru masih terjadi di tiga wilayah yakni Samarinda dengan 51 kasus, Balikpapan dengan 34 kasus dan Kutai Kartanegara dengan 32 kasus,” ujar Andi Muhammad Ishak menyampaikan rilis harian secara virtual di Samarinda.
Andi menyebutkan tambahan kasus baru lainnya tersebar di Berau satu kasus, Kutai Timur 21 kasus, Paser lima kasus dan Bontang 21 kasus.

Menurut Andi Muhammad Ishak saat Kota Balikpapan masih menjadi penyumbang kasus terbanyak COVID-19 untuk sekala Provinsi Kalimantan Timur.
Jumlah total kasus COVID-19 di Kota Balikpapan sebanyak 3.489 kasus, disusul Samarinda dengan 3.460 kasus dan Kutai Kartanegara dengan 1.753 kasus.

Sedangkan tujuh kabupaten dan kota lainya jumlah kasus yang terjadi masih dibawah seribu kasus.

Meski demikian untuk jumlah pasien yang dirawat Kota Samarinda masih menduduki peringkat pertama dengan jumlah 761 orang, disusul Kutai Kartanegara dengan 701 orang, sedangkan Balikpapan berjumlah 649 orang.
Andi Muhammad Ishak juga melaporkan tambahan kasus sembuh sebanyak 135 kasus dengan rincian di Berau 11 kasus,Kutai Kartanegara 40 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Paser 3 kasus,Penajam Paser Utara 2 kasus, Balikpapan 43 kasus, Bontang 6 kasus dan Samarinda 24 kasus.
Sedangkan kasus kematian dilaporkan bertambah 7 kasus yang tersebar di Kutai Kartanegara 2 kasus,Kutai Timur 1 kasus, Balikpapan 2 kasus dan Samarinda 2 kasus.

Dengan demikian, Andi menegaskan bahwa jumlah total kasus COVID-19 di wilayah Kaltim sebanyak 11.212 kasus dengan rincian 8.061 kasus dinyatakan sembuh, 2.720 kasus masih menjalani perawatan dan 431 kasus dilaporkan meninggal dunia. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed