oleh

Bangun Industri Hilir, Bupati Laura Terus Bangun Komunikasi dengan Investor

NUNUKAN – Dengan dibangunnya industri hilir, diyakini akan bisa menggarap berbagai komoditas unggulan. Di antaranya seperti rumput laut, kayu, ikan, dan kelapa sawit. Tak terkecuali di Kaupaten Nunukan. Sebab diyakini dengan hadirnya industri hilir ini mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan memberi nilai tambah yang semakin besar terhadap komoditi tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid saat membuka Acara Forum Perkebunan di Kantor Bupati Nunukan, Senin (21/9/2020).

Laura juga mengajak para investor yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit untuk berani membuka pabrik pengolah produk turunan kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Sebab selama ini kelapa sawit Nunukan dijual ke pasar luar negeri masih dalam bentuk CPO, yang harganya sangat fluktuatif. Sehingga sering kali menimbulkan gejolak harga.

“Kita juga sudah memiliki pabrik pengolahannya, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi kita akan segera launching pabrik itu. Saat ini pembangunannya sudah mencapai hampir 80 persen, tinggal menunggu alat yang harus didatangkan dari China. Karena saat ini China masih lockdown, makanya masih kita tunggu,” kata Laura kepada benuanta.co.id.

Dia juga berharap kepada sektor kelapa sawit segera ada yang berani memulainya, karena (hilirisasi industri) ini juga menjadi target pemerintahan saat ini. Laura menyampaikan, sebetulnya sudah ada beberapa investor yang menghubungi dirinya, dan melakukan penjajakan. Namun karena saat ini hampir semua perusahaan perkebunan kelapa sawit sedang menghadapi banyak masalah, makanya banyak yang menunda rencana tersebut.

Bupati Laura menegaskan bahwa pemerintah bersikap ‘welcome’ dan akan menyambut dengan tangan terbuka kedatangan investor yang memiliki komitmen sungguh – sungguh untuk melakukan hilirisasi terhadap komoditas – komoditas tersebut. Berbagai fasilitas dan kemudahan juga akan diberikan kepada para investor tersebut.

“Saya percaya jika ada hilirisasi terhadap komoditas – komoditas tersebut, maka PDRB kita akan meningkat, banyak tercipta lapangan kerja, dan nilai tambah dari komoditas tersebut juga akan naik, dan saya yakin peluangnya masih sangat terbuka. Di sektor rumput laut misalnya, kalaupun nanti pabrik baru itu beroperasi, maka masih ada 10 pabrik lagi yang bisa dibangun, karena kapasitas pabrik itu tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan jumlah produksi rumput laut di masyarakat,” ujarnya.(*)

 

Reporter: Darmawan

Edior: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed