oleh

Pelaksanaan Inpres No 6 Tahun 2020, Tim Menko Polhukam Rakor dan Kunker Gelar Kekuatan TNI di Kaltara

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan tim Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) terkait kesiapan pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Kalimantan Utara, yang digelar di Kantor Kodim 0907 Tarakan, Rabu (16/9/2020) pagi tadi.

Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto mengatakan, kunjungan dari rombongan tim Menko Polhukam yang dipimpin Brigjen TNI Suparjo juga dalam rangka membahas monitoring dan evaluasi bidang kekuatan dan kemampuan pertahanan TNI di wilayah Provinsi Kaltara.

“Tadi sudah saya paparkan semua apa yang kita lakukan, bagaimana positif rate-nya, mortality rate atau jumlah kematian pada suatu populasi, sama recovery rate-nya di Tarakan. Sudah kita sampaikan apa kebijakan Pemerintah Kota Tarakan,” ujar Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto kepada benuanta.co.id.

Menurutnya, secara umum penanganan sinergisitas Covid-19 di Tarakan sudah berjalan baik, walaupun masih ada beberapa kekurangan. Namun kekurangan tersebut ditargetkan secepat mungkin akan dituntaskan.

“Ada beberapa hal yang harus kami perbaiki dalam hal kombinasi, nanti akan kita koordinasikan semuanya,” katanya.

Sejatinya salah satu implementasi Inpres tersebut telah dilakukan melalui beberapa kegiatan yang berangkat dari penegakan disiplin. Contohnya mengenakan masker, menjaga jarak dan tak melakukan kontak fisik, serta mencuci tangan (3M).

“Dari 3 M itu yang kita gerakan secara masif kepada seluruh masyarakat. Untuk penindakannya sementara kami berikan (sanksi) menyapu-nyapu saja pembersihan sebagai efek jera saja,” terangnya.

“Untuk masalah denda dan lain sebagainya, kami menunggu Perwali dan Pergub. Tapi mudah-mudahan masyarakat Tarakan tingkat kedewasaanya tinggi, pemahamannya tinggi saya rasa bisa menerima lah (protokol kesehatan) tanpa harus dihukum, maksud saya begitu,” tandasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed