oleh

Ditolak Hearing Diluar Ruangan, PC PMII Akan Kembali Sambangi Gedung DPRD Minggu Depan

TARAKAN – Hari ini, Kamis (17/9/2020) puluhan mahasiswa PC PMII Tarakan melakukan aksi damai di gedung DPRD Tarakan untuk menuntut klarifikasi kenaikan tarif jaringan gas (jargas) alam PT. PGN Tbk.

Namun aksi damai tersebut berakhir tanpa solusi lantaran terdapat perbedaan kesepakatan antara pengunjuk rasa dengan pihak DPRD Tarakan.

Ketua Komisariat Datu Adil PC PMII Tarakan, Moh. Nizam mengatakan telah memberikan opsi kepada pihak DPRD untuk melakukan hearing di halaman luar DPRD Tarakan.

“Karena jumlah kami banyak, saya berikan opsi kepada DPRD untuk melakukan hearing di halaman depan DPRD, namun opsi ini ditolak,” ujarnya saat diwawancarai.

Dijelaskan Nizam, gerakan aksi yang dimulai pukul 09.00 wita tersebut telah mengikuti seluruh protokol dalam kegiatan unjuk rasa, mulai dari surat perizinan dan konfirmasi ke pihak kepolisian.

“Pada saat kami datang, dikonfirmasi pada kami anggota dewan sedang melakukan rapat paripurna, kami hormati dan siap menunggu,” terangnya.

Setelah menunggu hingga pukul 11.00 wita, tidak kunjung ada konfirmasi. Pengunjuk rasa mencoba mendekat ke depan pintu masuk DPRD.

“Saat itu, Wakil Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus keluar dan mengatakan aksi kita merupakan aksi hearing bukan aksi damai, dan menolak untuk hearing diluar,” pungkasnya.

“Sejatinya DPRD merupakan lembaga penyerap aspirasi rakyat, yang kami pikir bisa membantu persoalan di kota Tarakan, termasuk masalah tarif gas alam yanh sedang gencar dibahas oleh masyarakat,” bebernya.

“Menurut kami, hal ini merupakan sikap penolakan yang halus kepada kami, karena kami tidak menerima opsi yang diberikan DPRD yaitu hearing didalam ruangan dengan 15 orang utusan, kami berikan opsi hearing di luar ruangan. Pihak DPRD tidak menginginkan hal itu,” pungkasnya.

Selanjutnya, setelah aksi damai berakhir tanpa solusi, PC PMII Tarakan telah berkoordinasi dengan organisasi mahasiswa eksternal, dan beberapa organisasi internal kampus se-Kalimantan Utara, serta organisasi daerah di Tarakan.

“Kami siap kembali sambangi gedung DPRD Tarakan, akan ada gerakan minggu depan dengan massa yang lebih banyak,” ujarnya.

Nizam juga mengaku sempat dihubungi secara pribadi lewat telepon seluler oleh pihak DPRD, “Pihak DPRD menganggap apa yang mereka sampaikan tidak salah, kami pun juga demikian,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed