oleh

Tagline “Membangun Desa Menata Kota”, Yansen TP: Artinya Rakyat Kaltara Berhak Sejahtera

TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki wilayah yang terbagi dalam 5 daerah, yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Kelima daerah tersebut memiliki geografis yang berbeda-beda sehingga sebelum menentukan peningkatan ekonomi sejahtera dan arah pembangunan, maka indikatornya adalah pendataan secara realita di lapangan dengan melihat geliat ekonomi masyarakat desa. Ini dikatakan bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. Yansen TP, M.Si beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ekonomi desa menjadi indikator keberhasilan perkembangan ekonomi di sebuah daerah terutama Kaltara, karena hingga saat ini masyarakat desa terkesan jauh dari kesan maju. Sehingga dalam upaya memajukan desa guna meningkatkan perekonomian maka perlu dilakukan peranan kebijakan yang pro terhadap masyarakat kecil.

“Untuk meningkatkan ekonomi desa, maka dibutuhkan dukungan dan dorongan dari pemerintah terutama bersinerginya pemerintah Provinsi dan Daerah bersama-sama kita ‘Membangun Desa dan Menata Kota’, dan itu sangat berarti, punya makna mendalam dengan tagline kami berdua (ZIYAP),” tutur YTP.

“Artinya kita sama-sama membangun desa mulai dari infrastruktur, pengembangan potensi-potensi desa, membangun SDM desa, bahkan kita bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan Desa, karena rakyat Kaltara berhak sejahtera,” tutur YTP.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini juga menyebutkan peningkatkan ekonomi dimulai dengan pembangunan infrastruktur desa, karena dapat menjadi kunci utama kemajuan ekonomi di sebuah desa, infrastruktur menjadi poin penting sebuah desa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di mana akan memudahkan masyarakat melakukan mobilisasi barang dan jasa keluar dan masuk desa. Bahkan, mampu menarik minat investor untuk berinvestasi demi kemajuan desa.

“Jika investasi berkembang, maka pembangunan sarana transportasi dan kelancaran kegiatan ekonomi ikut meningkat, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur penting untuk geliat ekonomi masyarakat desa,” tuturnya.

Masyarakat Kalimantan Utara harus terakses dengan berbagai fasilitas umum dan khusus, masyarakat mampu bergerak bersama Pemerintah dan Swasta membangun Daerah, dan juga mampu turut berperan dalam tata kelola pemerintahan, sesuai dengan Prinsip Pemerintahan yang baik (Good Goverment) yang menganut semangat Pembangunan “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat”.

Pemerintahan harus berdampak bagi masyarakat, demikian juga Pembangunan harus berdampak bagi masyarakat. Untuk berdampak, maka Pemerintah Provinsi harus Berkolaborasi dan bersinergi baik dengan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai Sub Sistem Pemerintahan yang terdekat dengan Rakyat.

Pemerintah Kabupaten/Kota harus Kokoh sebagai Pilar Pemerintah Provinsi, kokohnya Pemerintahan Kabupaten/klota maka terwujud kekuatan dan jangkauan serta kemampuan tata kelola pemerintahan dalam melaksanakan gerakan “Membangun Desa, Menata Kota” sebagai wujud Perubahan, Maju dan Sejahtera bagi masyarakat Kalimantan Utara di setiap sudut dan polosok daerah.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) di pedesaan juga tidak kalah dengan perkotaan, dan dapat menjadi potensi besar untuk membantu proses percepatan peningkatan ekonomi masyarakat. Bahkan, SDM sebagai pelaku utama berperan besar dalam peningkatan kesejahteraan desa. Sehingga, membangun SDM sama pentingnya dengan membangun infrastruktur desa dengan bersinergi dengan pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

“Presiden sudah menginstruksikan bahwa setelah persoalan infrastruktur, maka persoalan kedua adalah pembangunan SDM yang harus dibenahi, infrastruktur dan SDM memiliki peranan penting memajukan desa bahkan kota sekalipun, di sini kuncinya maka ZIYAP akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan Kaltara sebagai rumah kita bersama,” tutur YTP.

Penulis buku “Kaltara Rumah Kita” ini menyebutkan bahwa setelah persoalan infrastruktur dan SDM sambil berjalan dapat dilihat potensi-potensi pengembangan desa, di mana dapat dipahami dan dicari apa sebenarnya potensi desa yang dapat dikembangkan, dan akan diketahui potensi besar yang dimiliki sebuah desa, pengembangan potensi desa bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

“Potensi desa bisa saja mungkin dengan berbagai kerajinan tangan, obyek wisata, hasil bumi, kekayaan kuliner dan lainnya. Dan ditopang dengan peranan pemerintah untuk mengontrol upaya memajukan potensi desa melalui bantuan fasilitas yang dibutuhkan, sementara masyarakatnya aktif memajukan potensi desa tempat tinggalnya,” ucapnya.

Selain itu, hidup di zaman serba canggih maka perlu dilakukan pemanfaatan teknologi secara majemuk dan berkesinambungan. Di mana peran aktif meningkatkan ekonomi masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi secara masif. Karena teknologi, sudah memasuki dunia perkebunan, peternakan, pertanian, pertambakan hingga komunikasi.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan masyarakat pedesaan sebagai upaya peningkatan ekonomi, karena teknologi sudah memasuki hampir seluruh kehidupan dan leading sektor, misalkan warga desa dapat mempromosikan hasil olah produksinya melalui internet, media sosial dan bisa merambah ke pasar nasional dan internasional,” tuturnya.

“Dan mudah-mudahan ini salah satu program kami untuk menyejahterakan desa, dan sudah menjadi kewajiban kami nantinya untuk menyediakan koneksi internet bagi masyarakat desa,” sambung YTP.

Bupati Malinau 2 periode ini juga mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi maka akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa teknologi. Baik sebagai upaya promosi potensi desa, hingga pemanfaatan internet untuk mengetahui cara pengolahan bahan makanan, pengawetan bahan makanan, packing hingga memasarkan potensi kuliner desa.

Menurutnya, Setelah semua terpenuhi, maka masyarakat desa semua dilibatkan untuk memajukan desa, dengan program yang berkelanjutan mampu memberikan kontribusi kepada ekonomi desa. Program tersebut harus tetap terjaga eksistensinya dan Pemerintah Desa ikut bagian dalam pengawasan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

“Dan sambil berjalan kita membangun desa maka kita juga menata kota, sehingga desa akan mampu menjadi penopang kota dari hasil produksi desa, dan kota ikut tertata sehingga Kabupaten Kota menjadi pilar penopang Provinsi Kalimantan Utara, ZIYAP bekerja cerdas, ZIYAP bekerja keras karena rakyat Kaltara berhak Sejahtera,” ujarnya.

“Untuk mewujudkan satu kemajuan menggapai kesejahteraan Masyarakat, maka kita harus berani melakukan Satu Perubahan dalam Sistem dan Nilai Hidup, Pemerintahan dan Pembangunan. Kalau tidak sekarang Kapan Lagi? Dan kita harus mulai Gerakan Perubahan itu bersama ZIYAP untuk meletakkan arah yang benar dari cita-cita pemekaran Provinsi Kalimantan Utara yang kini sedang kita lakukan melalui Pilkada Kaltara 2020,” tutupnya.(*)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed