oleh

DPS Pilkada Kaltara Mencapai 420.251 Pemilih

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara kembali melaksanakan rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkada serentak 2020 tingkat Provinsi Kaltara. Masing-masing KPU kabupaten kota pun telah membacakan berita acara DPS yang telah ditetapkan, lalu KPU Provinsi Kaltara yang merekapnya.

“Berdasarkan hasil rekapitulasi di Kaltara terdapat 55 kecamatan, 482 desa/kelurahan, 1.567 TPS, dengan DPS 217.857 laki-laki dan 202.394 perempuan, totalnya 420.251 orang,” ucap Ketua KPU Provinsi Kaltara, Suryanata Al Islami kepada benuanta.co.id, Selasa 15 September 2020.

Adapun rinciannya, Kabupaten Bulungan ada 81 desa di 10 kecamatan, 330 TPS, kemudian ada 49.839 laki-laki dan 45.225 perempuan, totalnya 95.064 pemilih. Lalu di Kabupaten Malinau ada 15 kecamatan, 109 desa/kelurahan, 212 TPS, DPS dari 26.305 laki-laki dan 24.354 perempuan dan totalnya 50.659 orang.

Untuk Kabupaten Nunukan ada 21 kecamatan, 240 desa, 537 TPS, pemilih laki-laki ada 60.080 dan 54.584 perempuan dengan total 114.664 pemilih. Dari Kabupaten Tana Tidung ada 5 kecamatan, 32 desa, 61 TPS, 8.569 laki-laki dan 7.690 perempuan maka total pemilih ada 16.259 orang.

Lalu Kota Tarakan ada 4 kecamatan dengan 20 kelurahan, 427 TPS, DPS-nya ada 73.064 laki-laki dan 70.541 perempuan dengan total 143.605 pemilih. “Data ini masih bersifat sementara, kemarin kita asumsikan TPS kita 1.584 itu didasari dengan AKWK yang kita terima dari Kemendagri,” jelasnya.

Setelah disusun berdasarkan ketentuan, per TPS itu hanya 500 pemilih, maka didapat angka 1.584 pada saat dilakukan coklit dengan DPS di angka 420.251 orang. Tapi ini belum final karena masih akan dilakukan proses pengumuman kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan.

“Kita harap data ini terus kita update supaya sajian data kita lebih akurat dan berintegritas dalam pemilihan 2020,” bebernya.

Pada pilkada 2015 silam data DPS itu di atas DPS tahun 2020, berkurangnya ini karena akurasi jauh lebih baik tahun ini dan pemerintah terus memperbaiki database kependudukan.

“Ini menunjukkan semakin berkurangnya orang-orang yang punya dokumen ganda. Juga ini memperkecil orang untuk bermain dengan data karena sudah 1 orang 1 data,” pungkas Suryanata. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed