oleh

Dua Gedung Khusus Perawatan Pasien Covid-19 Diresmikan, Ini Pesan Bupati Laura

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid meresmikan gedung Isolasi Penyakit Infeksi new-emerging dan re-emerging (PINERE) untuk pasien penderita COVID-19.

Peresmian itu selain dihadiri Bupati, juga terlihat Sekertaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus S.IP, Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman, Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Yudi Prihastoro, SH, MH, Anggota DPRD Nunukan, Lanal Nunukan, Kodim 0911/Nnkn, Polres Nunukan, serta undagan yang hadir.

Fasilitas kesehatan yang diresmikan ini adalah gedung isolasi pinera di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Nunukan. Ini merupakan harapan seluruh masyarakat sehingga RSUD Nunukan memiliki gedung isolasi khusus yang memenuhi standar, terlebih lagi di tengah situasi pandemi covid- 19 saat ini.

Usai peresmian, Bupati Laura mengaku sangat lega dan gembira, karena sudah memiliki gedung tempat penagan covid-19. Gedung isolasi ini dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten Nunukan, dari hasil realokasi dan refocusing anggaran sebagaimana diinstruksikan presiden beberapa waktu yang lalu.

Karena gedung ini digunakan untuk merawat pasien – pasien yang sakit akibat virus atau penyakit yang mudah menular dan berpotensi menjadi wabah, seperti virus flu burung atau covid-19. “Saya yakin keberadaan gedung isolasi ini juga akan mampu meyakinkan masyarakat bahwa pasien – pasien positif covid-19 di Kabupaten Nunukan dirawat di ruang isolasi, yang berpisah dari ruang rawat inap yang lain,” kata Laura, kepada benuanta.co.id, Ahad (13/9/2020).

Hingga saat ini, penyebaran covid-19 masih terus terjadi. Sedangkan untuk di Kabupaten Nunukan jumlah pasien positif covid-19 tidak terlalu banyak, tidak seperti di beberapa daerah yang angkanya masih terus mengalami peningkatan.

Semakin lengkapnya fasilitas kesehatan di Rumah Sakit ini menunjukkan besarnya komitmen dari pemerintah dalam melayani masyarakat. Termasuk juga gedung yang dibangun dari anggaran hasil refocusing digunakan dengan tepat sesuai dengan peruntukannya. Demikian dalam pelayanan kesehatan, pada umumnya pemerintah tidak akan pernah berhenti meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Mulai dari tingkat posyandu, Pustu, Puskesmas, hingga rumah sakit.

Bupati Laura juga mengakui bahwa masyarakat yang terjamin kesehatannya merupakan modal berharga dalam menjalankan proses pembangunan.

Namun Dia berharap agar gedung ini nantinya tidak pernah dimanfaatkan, dalam artian, tidak ada masyarakat yang sakit dan harus diisolasi di gedung ini. Karena meskipun mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang terbaik, namun ia merasakan bahwa pasien yang harus dirawat di ruang isolasi akan mengalami tekanan psikologis yang luar biasa. Perasaan sendiri, terasing, cemas, dan bahkan kadang depresi akan selalu membayanginya selama berada di ruang isolasi.

“Saya berpesan kepada direktur rumah sakit dan seluruh tenaga medis yang nantinya akan bertugas melayani para pasien di ruang isolasi ini, berikan pelayanan yang terbaik. Jangan pernah lelah membangkitkan semangat dan motivasi para pasien untuk sembuh dan kembali berkumpul dengan sanak keluarga di rumah,” pesannya.

Ditambahkan Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman, pembangunan dua gedung isolasi Pinere tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 7,7 miliar, dua gedung tersebut dilengkapi dengan fasilitas standar penanganan COVID-19. Ada ventilator, rontgen, dengan 110 bed pasien dan 6 dokter dengan APD lengkap yang akan menangani pasien di gedung tersebut.

‘’Ada dua gedung isolasi penaganan Covid-19, pertama gedung bertekanan negatif untuk perawatan pasien, dan gedung bertekanan positif untuk masa pemulihan. Fasilitas dalam gedung semua ada. Hanya untuk penelitian swab tetap kita kirim ke Tarakan, memakan waktu paling lama sepekan hasilnya sudah keluar,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed