oleh

Bupati Laura Panen Padi Bersama Kelompok Tani Maju Bersama

NUNUKAN – Kelompok Tani Maju Bersama melaksanakan panen padi perdana di lahan seluas 1,5 hektare (Ha) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan Masniadi, ikut hadir dalam panen perdana itu. Serta anggota DPRD Nunukan, penyuluh pertanian dan lainnya.

Kehadiran Bupati Laura juga sekaligus memberikan secara simbolis beberapa bantuan dan pengoperasian perdana power threaser.

Dikatakan Bupati Laura, panen padi ini merupakan wujud masyarakat selaku petani di Kabupaten Nunukan mampu menghasilkan padi maupun beras lokal, yang menandakan Agribisnis di sektor pangan berjalan.

Sementara itu, bantuan yang diberikan Bupati adalah salah satu bentuk dan dukungan pemerintah daerah kepada petani yang ada di Kabupaten Nunukan. “Kita memberikan bantuan juga bukan sekedar memberikan bantuan, namun kita ingin dengan adanya bantuan itu petani bisa lebih produktif lagi,” kata Laura kepada benuanta.co.id, Ahad (13/9/2020).

Lanjut Bupati, hasil pertanian khususnya padi ini akan disuplai untuk memenuhi beras para pegawai di Pemkab Nunukan. Setelah itu baru untuk diperjualbelikan di masyarakat luas.

“Menjadi target kita itu adalah Kebutuhan beras untuk pegawai kita di pemerintah daerah, baru nanti untuk skala masyarakat luas. Dengan begitu perputaran ekonomi bisa berjalan dengan baik sesuai dengan peningkatan Agribisnis di sektor tanaman pangan,” terangnya.

Amiruddin, pemilik sawah seluas 1,5 Ha yang dipanen padi, merasa senang dengan kehadiran Bupati Laura di sawah miliknya dan ikut panen perdana bersama mereka.

Jangka waktu tiga bulan setengah, padi yang ditaman oleh Amiruddin sudah bisa dipanen, dan diperkirakan sawah seluas 1,5 Ha ini bisa menghasilkan padi sebanyak 5 ton.

“Sudah 7 tahun menanam padi, biasanya saya panen sekitar 6 ton lebih, tahun ini saya menama agak kurang, karena saat ini padi yang saya taman terkena penyakit,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Nunukan Selatan, Asry Azis, dari bidang konsumsi dan keamanan pangan telah melakukan uji kelayakan padi milik Amiruddin, dari Kelompok Tani Maju Bersama. Hasilnya tidak mengandung zat kimia, sehingga untuk dikonsumsi sangat aman.

“Jadi 1,5 Ha ini bisa menghasilkan sekitar 6 ton padi atau gabah kering panen, untuk jadi beras itu sekitar 60 persen dari gabah, atau 4,8 ton jadi beras,” tutupnya. (*)

 

Reporter Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed