oleh

Posyandu Asther Raih Juara 1 Lomba Tingkat Kecamatan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan pembinaan kader posyandu yang dirangkai dengan penyerahan piagam juara lomba posyandu tingkat kecamatan Nunukan, yang dilaksanakan di kantor camat Nunukan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan dr. M. Tololiu mengatakan, data di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, jumlah balita di seluruh Indonesia yang mengalami masalah kekurangan gizi mencapai angka 17 persen, balita yang tidak mendapat imunisasi secara lengkap sebesar 12 persen, dan jumlah penderita stunting atau kerdil sebanyak 30 persen.

“Dari data itu memperlihatkan kepada kita semua bahwa beberapa persoalan kesehatan balita masih menjadi persoalan serius yang harus kita selesaikan bersama,” kata dr M. Tololiu, Sabtu (12/9/2020).

Usia antara 1 sampai dengan 5 tahun adalah masa keemasan dalam sejarah pertumbuhan seorang anak. Jika pada usia antara 1-5 tahun seorang anak terpenuhi gizinya, mendapatkan imunasi secara lengkap dan mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

Namun sebaliknya, jika seorang anak di usia emas tersebut mengalami kekurangan gizi, tidak pernah mendapatkan air susu ibu, imunisasi tidak lengkap. Apalagi anak tidak menerima kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, maka ada kekhawatiran anak tersebut akan mengalami berbagai masalah dalam pertumbuhannya.

“Mulai dari kemungkinan menjadi anak stunting, kekurangan gizi, rendah kecerdasannya, dan terganggu kesehatan mentalnya,” jelasnya.

Jadi betapa pentingnya untuk menjaga pertumbuhan anak-anak di masa usia emas. dr. M. Tololiu mengajak masyarakat agar terlibat dan memberikan perhatian serius kepada pertumbuhan anaknya. Karena dengan keterlibatan masyarakat, antara lain diwujudkan dengan pembentukan posyandu sebagai sentral pelayanan pemeriksaan ibu hamil, ibu menyusui dan balita di lingkungan terkecil, yakni di tingkat RT atau RW.

Sedangkan untuk kader posyandu yang berasal dari lingkungan mereka sendiri, diharapkan bisa lebih detail mengetahui kondisi balita, ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di lingkungannya masing-masing. Tahu jumlahnya, tahu tempat tinggalnya, tahu masalahnya, dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah itu.

Kader posyandu berasal dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat itu sendiri. Mereka bekerja secara sukarela, bekerja atas panggilan hati dan rasa kemanusiaan untuk memperbaiki kualitas kesehatan ibu dan anak demi generasi bangsa yang lebih sehat, cerdas dan kuat.

“Kalaupun ada insentif yang diberikan oleh pemerintah, saya yakin hal itu bukan menjadi motivasi utama bagi mereka dalam bekerja,” terangnya.

Selaku Pemerintah Kabupaten Nunukan, dr. M. Tololiu mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi – tingginya kepada seluruh kader posyandu yang selama ini telah memberikan pelayanan terbaiknya demi kesehatan anak – anak.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada posyandu yang terpilih sebagai pemenang dalam lomba posyandu tingkat kecamatan Nunukan tahun 2020 ini,” tutupnya.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh 4 Kelurahan dan 3 Desa di wilayah Kecamatan Nunukan. Posyandu Asther Kelurahan Nunukan Timur yang merupakan binaan Puskesmas Nunukan Timur berhasil meraih Juara 1 Lomba Posyandu Tingkat Kecamatan Nunukan. (*)

Juara Lomba Posyandu Tingkat Kecamatan Nunukan:

Juara 1
Posyandu Asther Kel. Nunukan Timur
Juara 2
Posyandu Biji Sesawi Kel. Nunukan Tengah
Juara 3
Posyandu Buai Sayang Desa Binusan

Harapan 1
Posyandu Bahari Kel. Nunukan Barat
Harapan 2
Posyandu Rinjani Kel. Nunukan Utara
Harapan 3
Posyandu Nangka Desa Binusan Dalam
Harapan 4
Posyandu Beringin.1 Desa Ujang Fatimah.

 

Reporter Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed