oleh

Heboh di Medsos Disebut Positif Covid-19, Kabag Humas Tegaskan Masih Menunggu Hasil Swab

NUNUKAN – Akhir-akhir ini media sosial di Nunukan tengah ramai membincangkan adanya tokoh publik terkonfirmasi positif covid-19. Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, dari beberapa akun di media sosial Facebook itu, menyebut bahwa Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Nunukan terkonfirmasi positif covid-19. Sehingga semua yang pernah kontak erat harus dilakukan pemeriksaan.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Juru Bicara sekaligus Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Nunukan, Hasan Basri menyampaikan, postingan di media sosial itu membuat tidak benar adanya. Postingan itu menurutnya hanya menggiring yang menyatakan dirinya positif covid-19 tanpa ada konfirmasi dari pihak yang berwenang.

“Saat ini saya baru hasil tes rapid dua kali  reaktif. Jadi sekarang ini menunggu hasil swab. Hasilnya nanti akan saya umumkan, walaupun tidak ada kewajiban mengumumkan, tapi sebagai wujud keterbukaan dan keselamatan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan saya selama seminggu terakhir. InsyaAllah akan saya umumkan,” kata Hasan kepada benuanta.co.id, Sabtu (12/9/2020).

Saat ini Hasan tengah menjalani isolasi mandiri dan tidak melakukan interaksi keluarganya. Baik anak dan istrinya. Untuk aktivitas tidur, makan dan lainnya, Hasan menerapkan protokol kesehatan.

“Saya tidak ada gejala, seperti batuk, demam, tenggorokan sakit, saya tidak merasakan hal itu. Saat ini saya baik-baik saja, hanya saja saya menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Dia juga berharap, jangan ada seolah-olah menganggap bahwa covid-19 sebuah karma dan dijadikan alat untuk mem-bully. Sebab perjuangan melawan covid-19 tercederai dengan sikap yang bukannya menimbulkan simpati, tapi malah antipati.

Atas postingan itu juga, membuat banyak orang yang berinteraksi dengannya selama seminggu terakhir menjadi khawatir. Apalagi sebagai Humas Pemkab dan bagian dari Satgas Covid-19 Nunukan, memang banyak berinteraksi dengan semua orang. Sehingga mengarahkan agar kepala daerah ikut diperiksa.

“Padahal kepala daerah baru saja selesai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat bakal calon bupati, yang hasilnya sudah diumumkan oleh instansi terkait,” terangnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed