oleh

SKK Migas-KKKS Kalsul Gelar Webinar Kalsul Series #4 Bertema Jurnalis Bertahan di Tengah Pandemi

TARAKAN – SKK Migas-KKKS Kalimantan-Sulawesi menggelar Webinar Kalsul Series #4 dengan tema “Jurnalis Bertahan di Tengah Pandemi” kepada lebih dari 100 wartawan via Zoom, Kamis, 10 September 2020 dimulai pukul 07.45-11.30 WIB.

Tiga narasumber utama memberikan materi sesuai dengan tema kegiatan. Pembicara pertama adalah wartawan senior Suryopratomo. Kemudian Ketua IJTI Sulawesi Utara Amanda Komaling dan Ketua Komisi I DPR Meutya V. Hafid.

Peserta webinar berasal dari jurnalis yang berada di Kalimantan dan Sulawesi baik media Televisi, cetak, radio dan online. Peserta sangat antusias mengikuti webinar SKK Migas.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan & Sulawesi Syaifudin mengatakan kegiatan hulu migas terdampak akibat Covid-19. Di antaranya transportasi material lebih lama karena didatangkan dari luar negeri dan terbatasnya pergerakan manusia.

“Kuartal 1 harga minyak sempat turun namun sekarang sudah lebih baik, kurs juga, biaya material karena di datangkan dari luar negeri, serta PSBB mempengaruhi pergerakan orang dan barang,” jelasnya.

Sementara narasumber dari wartawan senior Suryopratomo atau akrab disama Tommy menekankan kepada jurnalis agar setiap pemberitaan dapat mencerdaskan masyarakat. Terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Pers itu tugasnya mencerdaskan, mencerahkan dan mengawasi. Tugas utama pers membuat masyarakat menjadi lebih cerdas, pers harus menjadi sumber informasi yang membuat masyarakat bisa menjaga keselamatan dirinya,” jelas Tommy.

Kemudian tugas pers menurutnya adalah mencerahkan. Dengan membuat masyarakat lebih cerdas, maka mampu mengajak masyarakat sekitarnya bertindak benar. Dengan masyarakat yang tercerahkan, maka bangsa bisa lebih maju.

“Fungsi pengawasan dari pemerintah dapat memuat pemerintah berjalan lebih baik dan masyarakat menjadi lebih tertib. Tugas media membangun negara yang menyejahterakan rakyatnya,” ujarnya.

Ia menekan agar jurnalis bisa bersama-sama pemerintah dalam berjuang dalam penanganan pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan masa berakhirnya dalam hal memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tak dapat dipungkiri, selama pandemi banyak perusahaan media guling tikar hingga terkena PHK. Maka pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan kepada perusahaan pers.

“Wartawan jangan menelan informasi begitu saja, cari referensi yang benar, wartawan itu pegangannya akurasi, tidak semua informasi bisa menjadi berita, kita perlu verifikasi supaya berita itu ada makna,” tuturnya.

Narasumber dari Pimpinan Komisi I DPR Meutya V. Hafid menjelaskan perusahaan pers memang terdampak Covid-19. Bahkan, berdasarkan survei salah satu perguruan tinggi di Indonesia terdapat jurnalis yang depresi dan kejenuhan akibat dampak pandemi.

“Ini sangat memprihatinkan, hampir 46 persen wartawan mengalami gejala depresi dan kejenuhan, kalau kejenuhan bisa beralih profesi, tapi sebagian ada yang tetap bagaimana caranya bertahan,” kata dia.

Menurutnya, sikap adaptif dan inovatif dibutuhkan di dunia jurnalistik agar dapat bertahan dalam kondisi seperti ini. Meutya juga mengakui jurnalis dewasa ini sangat banyak dan perlu ada peningkatan kemampuan agar menghasilkan jurnalis yang berkualitas.

“Banyak wartawan tidak memiliki sertifikasi wartawan. Kemampuan wartawan masih lemah, dan perusahaan media kurang memberikan pelatihan dasar kepada wartawannya,” jelasnya.

Komisi I DPR akan mengupayakan bagaimana media dibantu dari program sosialisasi pemerintah dengan menggandeng media nasional. “Mudah-mudahan ini bisa diadopsi oleh media-media di daerah, makanya di daerah harus membicarakan ini dengan DPRD,” ujarnya.

Peserta webinar cukup aktif mengajukan pertanyaan dan sharing informasi terkait kondisi media di daerah masing-masing. Diakhir kegiatan Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan & Sulawesi Syaifudin menambahkan, kegiatan webinar ini termasuk dalam upaya SKK Migas membantu wartawan sebagai stakeholder yang terdampak pandemi Covid-19.(*)

Reporter: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed