oleh

Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa UMM Kelompok 84 Rancang Tempat Cuci Tangan Otomatis

TIDUNG PALA – Pandemi Covid-19 sudah menjadi ancaman baru dunia sejak desember 2019 silam, tidak terkecuali dengan Indonesia. Virus ini telah menyebar hampir seluruh kota di Indonesia. Hal ini semakin membuat resah masyarakat karena sampai detik ini belum ditemukan vaksin yang tepat untuk menanggulangi korban yang terpapar virus ini. Tidak hanya itu, virus ini juga telah membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan. Akhirnya keluarlah kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk mengikuti tatanan kehidupan baru yaitu New Normal. Oleh karena itu, hadirlah Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membantu dalam hal edukasi kebiasaan baru atau New Normal.

Program PMM ini merupakan salah satu kegiatan di bawah naungan DPPM UMM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang), yang mana merupakan salah satu unit kerja di bawah Universitas Muhammadiyah Malang dan memiliki salah satu tujuan mendorong kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan instansi pemerintah, BUMN, Swasta maupun LSM baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pada era New Normal ini masyarakat diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti mencuci tangan dan menggunakan masker. Tidak terkecuali dengan masyarakat di Desa Tideng Pale yang diharuskan menerapkan anjuran pemerintah tersebut. Oleh karena itulah PMM Universitas Muhammadiyah Malang ini merancang suatu alat Pencucian Tangan dengan Sistem otomatis sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat untuk terus aktif mencuci tangan.

Salah satu anggota PMM Kelompok 84 Muhammad Ramadhany juga menerangkan tentang tujuan dirancangnya alat cuci tangan dengan system otomatisini. Di mana bertujuan sebagai salah satu kampanye untuk terus mencuci tangan dalam rangka membangun masyarakat Desa Tideng Pale menjadi Masyarakat yang tanggap Covid-19 untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung, khususnya Desa Tideng Pale.

“Kami ingin melaksanakan program-program yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah, melakukan edukasi tentang pencegahan penularan Covid-19 dan kegiatan serupa lainnya dalam upaya membentuk Desa Tideng Pale yang menjadi desa tanggap Covid. Selain itu kami juga merancang tempat cuci tangan dengan system otomatis sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat untuk selalu mencuci tangan. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat sedikit banyak dapat mengedukasi dan bermanfaat untuk menyelamatkan negeri kita dari wabah yang tak kunjung mereda,” kata Muhammad Ramadhany.

Alat ini pun dirancang sendiri oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam kegiatan PMM Kelompok 84 ini. Project ini pun dipimpin oleh salah satu mahasiswa dari jurusan Teknik Informatika yakni Dicky Firmansyah yang di mana dia menjelaskan bahwa alat cuci tangan ini dirancang dengan sensor halangan, dan beberapa item seperti Transistor, dan Relay.

Adapun kelompok 84 pada Program Pengabdian Masyarakat oleh MahasiswaDPPM Universitas Muhammadiyah Malang ini beranggotakan dari berbagai Fakultas yang ada di Unversitas Muhammadiyah Malang, yang beranggotakan atas nama Muhammad Ramadhany, Dt Arief Rahman Bestari, Dicky Firmansyah, MitaAndini Ayu Lestari, dan Latifah Wahyu Safitri.

Kegiatan ini juga diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Uun Zufiana, M.Psi. Kelompok mereka membuat platform di beberapa sosial media seperti Instagram yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun, semua informasi seputar PMM UMM kelompok 84 akan selalu di update melalui akun Instagram @pmm.umm.tipal.(*)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed