oleh

Relakan Senja, Sambutlah Fajar Perubahan

Oleh : Kahhil
(PA Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Bulungan)

“SAYA melihat senja sebagai tanda bergulirnya waktu, hadirnya malam sebagai jeda untuk beristirahat, dan terbitnya fajar sebagai tanda dari awalnya; hari baru”.

Hari baru telah tiba!
Seruan perubahan bukanlah omong kosong, rasa jenuh akan kemandekan tidak boleh didiamkan. Dan bangkit merupakan jalan satu-satunya untuk menjebol dinding yang memisahkan kemajemukan serta kemajuan.

Sudah waktunya Pemuda mengambil peran aktif, menjebol tembok tebal yang selama ini menghalang-halangi lajunya kemajuan. Keberpihakan itu hak semua anak Bangsa, kedaulatan politik merupakan warisan api kemerdekaan yang tak boleh padam. Dan menolak segala bentuk represif merupakan naluri sejati yang dimiliki oleh setiap pemuda, tanpa terkecuali. Ayunan langkah gelombang kebangkitan atas pengengkangan yang mengurung ruang gerak rakyat dipelosok-pelosok desa merupakan kewajiban yang mutlak diembannya, perubahan ada dipundak para pemuda Bangsa Indonesia dan tidak terkecuali Pemuda Kaltara (Kalimantan Utara).

Kemana arah yang harus kita tuju? sebagai pemuda pastinya jalan terbaik yang akan ambilnya. Namun Jalan terbaik bukan hanya soal keselamatan satu individu ataupun satu kelompok. Melainkan jalan terbaik untuk memajunya peradaban Kaltara dan kesejahteraan masyarakat Kaltara. Karena perubahan tidaklah turun dari langit, perubahan dapat hadir saat kita berani bangkit bersama-sama dari masa yang tidak memihak kepentingan rakyat Kaltara.

Dalam pembukaan UUD 1945, “dengan berkat rahmat Allah Yang Maha kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan Kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan, ini kemerdekaannya.” Dari kutipan tersebut, jelas kiranya bahwa bersama rahmat Allah SWT, keinginan luhur kita menuju jalan perubahan, demi berkehidupan kebangsaan yang bebas akan diberkahi. Bukan justru ditekan dengan sistem yang tidak mencerminkan kemajemukan dan kemajuan, yang selalu dibodohi oleh janji-janji, dimana kebijakan yang jauh dari hakikat keadilan dan terasingkannya kepribadian dari adat dan budaya Bangsa sendiri.

Sudah saatnya Pemuda Kaltara mengambil sikap tegas untuk bangkit dan berdaulat dalam politik, agar tidak ada lagi jurang pemisah antara kebijakan dan keadilan sosial. Sudah waktunya pemuda mengambil peran aktif didalam pusaran pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, mengapa demikian? Hemat saya relasi paling dekat dengan arus perubahan ialah “politik”; politik dalam artian sederhana; “cara, urusan, tindakan, kebijakan dan keberpihakan”. Saat “cara” itu tidak dalam genggaman Pemuda ataupun Rakyat Kaltara, maka pupuslah suatu perubahan kearah kebaikan; nasib rakyat yang berada dipojok-pojok kota serta tidak terawatnya rakyat yang berada diplosok-plosok desa dengan demikian mustahilah pemuda ataupun Rakyat itu berdulat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed