oleh

Pemkot dan BNNK Tarakan Komitmen Bangun Rehabilitasi di Kelurahan Bersinar Lingkas Ujung

TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M. Kes memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka sinergitas penyelenggaraan layanan rehabilitasi di Kota Tarakan, yang dihadiri juga Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, Dr Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd, bertempat di Ruang Kerja Walikota Tarakan, Selasa(11/8/2020).

Dr Hj. Agus Surya Dewi mengatakan, Rakor sinergitas ini merupakan bentuk komitmen BNNK Tarakan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam melepas belenggu penyalahgunaan narkotika untuk 100 persen hidup tanpa narkoba.

Baca Juga :  Pembebasan Rabies di Derawan Karena Ramai Dikunjungi Wisatawan, Ini Kata Balai Karantina Tarakan
Dr Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd

“Ini ‘kan sebenarnya instruksi Presiden yang bukan hanya gaweannya BNN, tapi Pemerintah Kota. Karena yang mau kita rehab ini ‘kan warga Kota Tarakan, sehingga kita minta dukungan dari Pemerintah Kota, termasuk Pak Walikota. Dalam hal ini Pak Wali background-nya dokter. Ya tadi beliau sudah komitmen untuk mendukung kegiatan ini melalui program Kelurahan Bersinar di Lingkas Ujung,” ujar Dr Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd, kepada benuanta.co.id, Selasa (11/8/2020).

Dalam program tersebut, BNK Tarakan akan menyediakan layanan rehabilitasi, sekaligus daya tangkal masyarakat terhadap bahaya narkoba. “Dan kita akan membina masyarakat Lingkas Ujung itu untuk rehabilitasi terhadap resident yang ada di situ,” terangnya.

Baca Juga :  Malam Ini Tarakan Diprediksi Terjadi Hujan Ringan

Dalam penerapannya, ia juga cukup optimis upaya rehabilitasi dari kegiatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) Lingkas Ujung ini dapat menekan penyalahgunaan narkoba di Tarakan.

“Iya (optimis menekan) karena kita akan memulihkan pengguna (narkoba), artinya pengguna kalau sudah sehat, sudah sadar kemudian produktif lagi dan terakhir hastag’-nya hidup 100 persen itu sadar, sehat, produktif dan bahagia,” terangnya.

Baca Juga :  Kaltara Dapat 44.000 Dosis Vaksin Pfizer

“Kalau dia sudah sadar itu, tentu dia tidak akan menggunakan narkotika dan inilah salah satu sasaran untuk bisa menekan peredaran itu. Kalau semua sudah pada pulih, mereka tidak akan menggunakan atau ditawarin apa lagi beli itu, ya enggak kan gitu. Intinya seperti itu, jadi sasarannya memulihkan konsumen (narkotika),” imbuhnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *