oleh

Tahun Ini Target Bangun 12 TPS 3R untuk “Pensiunkan” Program Sampah Semesta

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melaksanakan silahturahmi sekaligus mendengar masukan dan ide bersama para Pengelola Depo Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R), Bank Sampah. Keegiatan ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tarakan, Ketua TP PKK Kota Tarakan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan di Ruang Pertemuan Imbaya Pemkot Tarakan, Rabu (29/7/2020).

Sebagaimana diketahui, saat ini Kota Tarakan telah memiliki 8 fasilitas TPS 3R yang telah dibangun secara bertahap dan pengelolaannya melibatkan masyarakat.

Oleh karena itu, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan, pola yang sudah terbentuk tersebut harus dijalankan dengan harapan tak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, melainkan juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kita berharap nanti TPS 3R ini memiliki peranan besar, karena selama ini sampah kan tidak dipilah-pilah lagi. Harapan kita proses pemilahan sampah 3R itu berjalan, misalnya reuse yang sudah dipakai, bisa dipakai lagi. Kemudian reduce, yang mengurangi volume sampahnya dengan cara memilah sampah organik yang bisa dibuatkan kompos dan non organik, bisa juga diolah menjadi kerajinan tangan mungkin. Lalu nanti ada recylce yang akan mendaur ulang lagi, dan sisanya baru nanti ke TPA, harapan kita seperti itu,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Rabu (29/7/2020).

Meski sudah ada 8 TPS 3R yang dibangun di berbagai kelurahan, orang nomor satu di Tarakan ini menyebut itu masih belum cukup ideal. Menurutnya, setiap kelurahan minimal harus ada satu TPS 3R untuk bisa menggantikan pengolahan sampah semesta kedepannya.

“Kalau bisa sih minimal 1 kelurahan itu ada satu TPS 3R, sekarang ini kan baru ada 8. Padahal rencananya tahun ini ada tambahan 4 lagi, tapi terpangkas lagi untuk dana Covid-19 kemarin. Tapi kita berkomitmen mudah-mudahan setiap kelurahan ada TPS 3R-nya, sehingga nanti kalau itu sudah ada, bisa menggantikan program sampah semesta itu,” terangnya.

“Jadi nanti itu sampahnya sudah terpilah di rumah, organik dan non organik, setelah itu nanti dijemput petugas dan dibawa ke TPS 3R kemudian diolah yang organik menjadi pupuk mungkin ya. Yang tidak bisa digunakan lagi nanti harapan kita, depo sampahnya ada di TPS 3R dan truk sampahnya itu di gudang depo. Jadi nanti tidak seperti sekarang ini berhambur-hambur. Tapi memang perlu kita siapkan, karena ada 12 kelurahan lagi yang belum punya TPS 3R,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Khairul juga mengajak agar Kelompok Swadaya Masyarakat di setiap kelurahan dapat membantu sosialisasi pola hidup bersih kepada warga, dengan cara memilah sampah sebelum dibuang.

“Sehingga, selain membuat lingkungan jauh lebih bersih, hal itu juga dapat memudahkan TPS 3R dalam memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan, dan mana yang langsung dibuang ke TPA,” tukasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed