oleh

Gagalkan Peredaran Sabu 7,1 Kg, 4 Anggota Pos Aji Kuning Yonif 623/BWU Diganjar Penghargaan

NUNUKAN – Setelah mengamankan mantan Dosen Universitas Polewali Mandar yang membawa sabu sebanyak 7,1 kilogram (kg) yakni Bahri. Anggota Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Pos Aji Kuning mendapat apresiasi dari Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah yang berada di Banjarmasin.

Tidak hanya itu, apresiasi juga diberikan oleh Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar SIK, dan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid,SE,MM kepada 4 perajutit yang bertugas saat menggagalkan peredaran narkotika di wilayah perbatasan.

Dalam Vicon tersebut, Danrem 101/Antasari menyampaikan terima kasih kepada Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU, Dan SSK I dan 4 personel Aji Kuning yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 7 kilogram di pos Aji Kuning, Sebatik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU, Dan SSK I dan 4 personel Aji Kuning yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 7,1 kilogram di pos Aji Kuning. Rasa bangga kami disini terhadap kalian yang tetap berkomitmen dengan tidak menggadaikan harga diri kalian dan tidak tergiur dengan barang haram tersebut. Ingat harga diri lebih penting dari imbalan uang dan jangan gadaikan harga diri kalian dengan tawaran dari siapapun juga apalagi terkait narkoba,” kata Firmansyah, Selasa (28/7/2020).

Ditambahkan Kapolres Nunukan Syaiful Anwar, pengamanan tersangka Bahri oleh Satgas Pamtas Yonif 623/BWU merupakan sesuatu yang patut diapresiasi dan dijadikan komitmen bersama dalam pemberantasan narkotika di daerah perbatasan RI-Malaysia.

Hal senada dikatakan Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU, Yordania, bahwa pengamanan tersangka pembawa sabu seberat 7 kilogram ini merupakan hasil dari kerja tidak henti dalam pemeriksaan rutin di pos Aji Kuning yang berjarak hanya ± 30 meter dari pelabuhan Aji Kuning yang merupakan akses dari dan menuju Tawau, Malaysia.

“Saya bangga terhadap anggota kami yang telah berkomitmen memberantas narkotika diperbatasan RI-Malaysia dengan tidak tergiur dengan materi dan godaan barang haram ini yaitu sabu. Wujud dari kedisiplinan dalam menjaga pos dan tetap melaksanakan pemeriksaan dengan baik sesuai dengan aturan yang kami pahami sehingga kami dapat menggagalkan penyeludupan narkoba seberat 7,1 kilogram,” jelasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed