oleh

Jadikan BDR Lebih Bermakna dengan Literasi

Itu sebabnya program BDR jangan hanya dipahami sebatas mengerjakan tugas dari guru. BDR harus juga dimaknai sebagai sarana untuk memperkuat kualitas hubungan orangtua dan anak. Jika selama ini orangtua hanya menyerahkan urusan pendidikan kepada sekolah dan guru, maka kini orangtua harus ikut terlibat. Ada banyak kegiatan-kegiatan edukatif yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya adalah kegiatan membaca yang menyenangkan.

Mengapa harus membaca? membaca bisa membuat anak betah berada di rumah. Selain itu kegiatan membaca, juga membantu anak menambah kosa kata dan pengetahuan baru. Laporan bertajuk The Impact of Reading for Pleasure and Empowerment (2005) menunjukkan kegiatan membaca yang menyenangkan berdampak besar kepada kehidupan pribadi, sosial dan relasi anak di masa depan. Anak menjadi lebih termotivasi, menikmati tantangan kerja, berkeinginan membuat pencapaian besar, serta memiliki modal sosial dan budaya. Semakin baik keterampilan membaca anak, semakin baik pula prestasi belajarnya.

Ada banyak kegiatan membaca yang bisa dilakukan di rumah. Bagi orangtua yang anaknya belum bisa membaca, maka orangtua bisa membacakan cerita untuk mereka. Pakailah buku-buku cerita bergambar dengan teks yang sedikit. Bacakan isi buku cerita dengan suara nyaring, menggunakan mimik wajah dan gestur yang menarik perhatian anak. Kegiatan seperti ini akan memicu imajinasi anak, sehingga mereka tertantang untuk lancar membaca. Saat ini banyak buku-buku menarik tersedia di toko-toko online. Untuk orang tua yang mampu membeli sangatlah mudah untuk mendapatkannya.

Bagaimana dengan orangtua yang tidak mampu membeli buku? Saya sudah meminta sekolah-sekolah untuk meminjamkan buku-buku cerita kepada orangtua. Kita sadar betul, tidak semua orangtua mampu membeli buku. Namun ketidakmapuan jangan dijadikan penghalang. Orangtua bisa memanfaatkan buku pinjaman dari sekolah. Melalui kolaborasi seperti ini, peran sekolah dan orangtua bisa berjalan baik. Dengan adanya kegiatan-kegiatan membaca yang menyenangkan di rumah, anak-anak tidak lagi bermain-main di luar rumah sehingga mereka terlindungi dari infeksi virus COVID-19.

Pandemik COVID-19 memberikan kita banyak pelajaran baru. Khususnya dalam mendidik anak. Kalau kelak anak kita menjadi orang yang berhasil, maka orangtua dan warga sekitarnya yang pertama sekali ikut menikmati. Namun kalau anak-anak kita gagal berkembang, maka kita juga yang harus menanggung beban sosialnya. Anak kita adalah perjuangan kita. Hanya dengan berkolaborasi, sekolah, guru, dan orangtua bisa membantu anak melewati masa-masa sulit ini. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan keterampilan literasi. Mari kita sama-sama berjuang.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed