oleh

Zainal Paliwang di Mata Pemuda: Sosok yang Humble dan Peduli Dunia Seni (2)

“SEKETIKA lupa umur dan pangkat bintang satu di pundaknya”. Begitu kira-kira yang disampaikan pegiat seni Kaltara, Raden Soehardie terhadap sosok Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum.

Salah satu tokoh di dunia kepolisian ini menurut Raden sudah tak asing di telingga masyarakat Provinsi Kaltara. Pasalnya sang jenderal sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Kaltara, sebelum akhirnya dipromosikan ke Bareskrim Mabes Polri dengan jabatan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.

Raden Soehardie

Hingga kini, Jenderal bintang satu ini memang masih sering terlihat berseliweran di media sosial Kaltara. Bahkan kedekatanya dengan masyarakat Kaltara, membuatnya masih selalu diingat meski saat ini sudah bertugas di ibukota. Bahkan sesekali Zainal Paliwang berkunjung ke Kaltara untuk berjumpa dan bersilaturahmi dengan warga Kaltara sebelum Covid-19 mewabah.

Berbekal karier yang bagus dan mentereng di kepolisian, melekatnya sebutan ZIAP hingga slogan “Jenderalnya Masyarakat Kaltara” dari Perwira Tinggi Polisi ini, memang dikenal hangat dengan masyarakat, dan mudah bergaul tanpa membeda-bedakan siapa yang menjadi teman bicara atau diskusi, termasuk kaum milenial dari kalangan pegiat seni.

“Pertama kali ketemu, sosoknya humble, enak diajak diskusi. Jiwa mudanya tidak hilang. Kami dari pegiat seni di Tarakan hormat dengan beliau, dalam artian beliau masih muda secara pemikiran dan inovasi. Seakan lupa umur dan jabatan, sangking jiwa mudanya ada dan ngobrol pun juga tidak terlalu formal, jadi lebih asyik aja,” kata Raden Soehardie kepada benuanta.co.id, Kamis (16/7/2020).

Tak melulu soal ketegasan dari ZIAP yang santer dikabarkan juga masuk dalam bursa Pilgub Kaltara 2020. Sebab sejumlah kegiatan seni pernah dihelat pegiat seni bersama jenderal bintang satu yang juga gemar mengekspresikan diri di bidang seni, khususnya bermusik ini.

“Yang paling kita ingat itu ketika ada event musik di Taman Berkampung, beliau sempat main drum juga dan itu keren. Sangat jarang juga pejabat yang mau mengakrabkan diri dengan pelaku seni, apa lagi yang peduli dengan perkembangan seni di Kaltara,” terangnya.

Bahkan, kedekatannya dengan semua golongan masyarakat, banyak anak muda dari pegiat seni menganggap ZIAP sebagai mentor sekaligus pemimpin mumpuni untuk membawa perubahan di Kaltara. Sekaligus mewakili pegiat seni di Kaltara yang selama ini dinilai kurang diperhatikan oleh pemerintah.

“Beberapa kesempatan juga beliau berpesan kepada anak-anak muda pegiat seni, untuk terus semangat berkarya. Karena tidak bisa dipungkiri hidup atau berkembangnya suatu wilayah bisa diukur juga dari kebebasan dan dukungan segi seninya,” tuturnya.

“Kalau dari pandangan pegiat seni, jika beliau maju (Pilkada Kaltara), kita tentu berharapnya ada perhatian dan dukungan terhadap teman-teman pegiat seni di Tarakan dan Kaltara secara keseluruhan, agar dapat terus berkarya dan terus memberikan support, mengembangkan potensi seni dan budaya di Kaltara yang memang selama ini kurang. Apalagi beliau juga paham seni, ya pasti dorongan dari pegiat seni juga bakal terbuka jika memang untuk ke arah yang lebih baik,” tandasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed